Ahlan Wa-sahlan Ya Syahr-Allah 1445 H
Ahlan Wa-sahlan Ya Syahr-Allah 1445 H
Karya: Zan-Taf
Demi dzat tiada tara,
namaku disandarkan kepada-Nya.
Melalui jari telunjuk Amir al-Mukmin
aku menjadi kepala anggota tubuhku
Ahlan Wasahlan…
Ahlan Wasahlan…
Jejak-jejak para kekasih-Nya
tertulis dalam tubuhku.
Ada ibrah tergantung di pohonku
bagi siapa pun yang memetik dengan baik
berbahagialah…
berbahagialah…
Di lembaranku tertulis Abu al-Basyar
Juga Pemilik Kapal bersama umatnya
Ketaatan api terhadap tubuh Ibrahim
Keluarnya Yunus dari perut hewan laut
Menjadikanku saksi atas semua itu
Subhanallah..
Aku datang sebagai penyembuh
dari penyakit kulit berkepanjangan
Aku hadir sebagai tangga
dari langkahnya al-Masih ke langit tertinggi
Aku lahir sebagai penghapus
atas dosa lampauMu dan akan datang
Kemana lari-larinya sarung di pundaknya sajadah?
Dimana warung-warung tertutup setengah berkaki?
Dimana tangan-tangan panjang bersembunyi?
Kemarilah kepala-kepala besar tak bercermin
Aku hadir seperti temanku bernama Ramadan
dengan keistimewaan nomor 9, 10 dan 11
dengan kesempurnaan sepuluh hari.
Aku rindu pujian-pujian dilantunkan
Aku mendengar seruan-seruan menungguku
Bertasbih atas Anugerah-Nya
Beristigfar kepada-Nya
1 Muharam 1445 H/18 Juli 2023 M
Bumi Peradaban Sarung (Pondok Pesantren Al-Khoirot)
ALKANEWS.COM adalah media digital berbagi informasi, refleksi dan opini sebagai upaya untuk berkontribusi pada kemajuan bangsa, umat dan negara melalui karya tulis pemikiran dan perspektif personal dan akademis.
Kontributor umumnya adalah santri, alumni dan civitas akademika Al-Khoirot. Juga terbuka pada kontribusi dari luar. Tulisan dapat berbentuk prosa (refleksi, opini dan esai ilmiah) dan sastra-fiksi (puisi, cerpen dan cerita bersambung atau novel). Bahasa pengantar dapat berupa bahasa Indonesia, Inggris dan Arab.
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
- Redaksi Alkanews
Santri asal Bandung, namun lebih lama hidup di kotanya orang. Lebih tepatnya, pada pertengahan tahun 2016, ia berunjuk gigi di hadapan publik dengan keberadaannya di ujung timur pulau Jawa.
Soal sekarang, Alhamdulillah masih duduk di bangku yang tidak umumnya orang duduki. Maksudnya, status masih pelajar tingkat Ma'had Aly di Pondok Pesantren Al-Khoirot dan belum menikah.
Kebetulan, dia juga sedang menempuh studi S1 di Universitas Al-Qolam Malang, jika malas baca bisa disingkat menjadi UQM, begitu katanya.
Itu saja mungkin, selebihnya bisa berkunjung ke rumahnya.
- Fauzan Taqiyuddin
- Fauzan Taqiyuddin
- Fauzan Taqiyuddin
- Fauzan Taqiyuddin
- Fauzan Taqiyuddin
- Fauzan Taqiyuddin
- Fauzan Taqiyuddin
- Fauzan Taqiyuddin
- Fauzan Taqiyuddin
- Fauzan Taqiyuddin
- Fauzan Taqiyuddin
- Fauzan Taqiyuddin
- Fauzan Taqiyuddin
- Fauzan Taqiyuddin
- Fauzan Taqiyuddin
- Fauzan Taqiyuddin
- Fauzan Taqiyuddin
- Fauzan Taqiyuddin
- Fauzan Taqiyuddin
- Fauzan Taqiyuddin
- Fauzan Taqiyuddin
- Fauzan Taqiyuddin
- Fauzan Taqiyuddin
- Fauzan Taqiyuddin