BeritaPendidikanUmum

Kegiatan Madrasah Diniyah Paska Ujian Akhir Semester (UAS) Ganjil

Kegiatan Madrasah Diniyah Paska Ujian Akhir Semester (UAS) Ganjil

Senin, 18 September 2023

Paska ujian akhir semester ganjil, madrasah diniyah Al-Khoirot menggelar lomba baca kitab antar kelas mulai dari kelas 4 ibtida’ sampai 2 tsanawiyah. Perlombaan berlangsung di aula pondok pesantren Al-Khoirot pukul 13.30 WIB – selesai. Perlombaan membaca kitab diikuti oleh seluruh delegasi dari masing-masing kelas mulai dari jenjang ibtida’ sampai tsanawiyah. Tujuan diadakan lomba baca kitab antara lain agar santri dapat mengukur kemapuan literasi kitab klasik baik dari segi nahwu, shorrof dan pemahamannya.

“Lomba ini sangat bagus untuk santri. Kenapa? Pertama, melalui mengikuti lomba ini, santri dapat  mengetahui kemampuan, mengasah mental, juga bisa untuk menambah pengalaman baru. Kedua, berpotensi menjadi kaderisasi tingkat yang lebih tinggi ketika ada event perlombaan di tingkat yang lebih menantang. Seperti tingkat Kabupaten bahkan nasional sekaligus. Ketiga,  dari sini juri dapat mengetahui kemampuan santri dalam membaca dan memahami kitab. Salah satu pesan juri kepada muallim ialah ‘perlu evaluasi. Masih banyak para santri yang tidak bisa mentashrif’. Artinya, ini menjadi sarana koreksi bagi muallim untuk peserta yang tidak mampu mentashrif lafadz.” Ujar Sholeh (guru diniyah).

Baca juga: ujian akhir semester santri menguji seberapa besar kemampuan kita bertambah

“Adapun kriteria juara sesuai dengan kriterai penilaian yang ditetapkan oleh pihak madrasah diniyah (madin). Mulai dari syakal, murod makna tarkib dan nahwu shorrof. Jika semuanya terjawab dengan benar maka ia berpotensi juara”. Lanjutnya.

“Semua santri seharusnya bisa mengikuti lomba. Jika hanya santri pilihan maka yang menjadi pertanyaan guru itu sendiri yang bertanggung jawab, karena kalau hanya santri pilihan kasihan santri lain tidak diberi kesempatan.” Pungkasnya.

“Adanya perlombaan membaca kitab, alhamdulillah saya pribadi senang. Namun terkesan kaget, karena informasinya mendadak. Jadi saya pribadi kurang persiapan. Di samping itu, saya merasa tak pantas terpilih sebagai peserta baca kitab yang mewakili kelas dua tsanawiyah ‘A’ “. Ujar Fahmi (santri tsanawiyah).

“Persiapan tentunya mutolaah tentang materi yang akan diujikan mulai dari nahwu, shorrof, pemahaman dll.” Lanjutnya.

“Selama mondok delapan tahun, baru kali ini saya menjadi peserta membaca kitab. Karena menjadi peserta lomba ini adalah santri pilihan di kelas tersebut. Tidak semua santri dapat mengikutinya”. Ungkap Nur Yakin.

“Jika nantinya saya meraih hasil positif, tentunya saya merasa bersyukur. Jika tidak maka saya terima apa adanya dan menjadi pelajaran di kemudian hari. Artinya saya harus lebih giat lagi dalam belajar agar kemampuan baca kitab saya terus meningkat”. Pungkasnya.

 

 

Avatar

Fauzan Taqiyuddin

Asal Bandung suka nulis puisi