Hikmah

Kata-kata Pilihan dan Kisah Menarik dalam Kitab Taklimul al-Arabiyah

Nabi Muhammad saw. pernah bersabda:

روّحوا عن القلوب ساعة بعد ساعة

Artinya: “hiburlah hati waktu demi waktu”

Rasulullah saw. pernah bergurau dan beliau tidak pernah berbicara apapun kecuali berbicara kebenaran. Ada banyak peninggalan-peninggalan Islam yang dapat menghibur hati, antara lain: kata-kata berfaidah, kisah-kisah bermanfaat, sya’ir-syair yang mengilustrasikan ciptaan Allah, cerita-cerita indah, berita menarik dan kisah adabnya orang yang beradab. Dari banyakya kitab, terdapat beberapa kitab yang mengumpulkan pembahasan di atas, diantaranya: kitab Rabi al-Abrar (ربيع الابرار) karya imam Zamakhsyari, kitab al-Aqdu al-Farid  (العقد الفريد) karya imam Ibnu Abdi Rabbah al-Andalusi dan beberapa kitab lainnya.

Berikut ini adalah beberapa penggalan kisah yang dapat diambil hikmahnya:

Kisah gurauan Rasulullah saw. atas seorang nenek yang ingin masuk surga

Suatu ketika, Rasulullah saw. pernah didatangi oleh perempuan tua dari kaum Anshor, kemudian ia berkata: “wahai Rasulullah: doakanlah aku supaya masuk surga”, kemudian Rasulullah saw. menjawab: “wahai ummu fulan: sesungguhnya perempuan tua (nenek) tidak akan masuk surga”. ketika mendengar jawaban langsung dari Rasulullah saw. seperti itu, sang nenek langsung berpaling dalam keadaan menangis, sementara Rasulullah saw. tersenyum dan berkata kepadanya, “bukankah kau pernah membaca ayat ini”:

انّا انشأنٰهنّ انشاء (٣٥) فجعلنٰهنّ ابكارا (٣٦) عربا اترابا (٣٧)

Artinya: “Sesungguhnya Kami (Allah) menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, kemudian Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta (lagi) sebaya umurnya”. (Q.S. al-Waqiah: 35-37)

Menurut imam Musib bin Syarik dalam tafsir al-Baghawi menjelaskan bahwasannya mereka adalah wanita-wanita tua di dunia, Tuhan Yang Maha Esa menciptakan mereka sebagai ciptaan baru. Setiap kali suami mereka datang kepada mereka, mereka menemukannya masih perawan.[1]

Dalam tafsir al-Baghowi dijeklaskan: “(Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka sebagai suatu ciptaan)”. Kami telah menciptakan mereka sebagai suatu ciptaan yang baru. Ibnu Abbas berkata: Artinya, manusia yang tak berdaya, lemah (maka kami jadikan mereka perawan) perawan. [2]

Dalam hadis disebutkan Abu Muhammad Abdullah bin Abd al-Samad al-Jawzjani memberi tahu kami, Abu al-Qasim Ali bin Ahmad al-Khuza’i memberi tahu kami atas otoritas al-Haythami bin Kulaib al-Shashi, Abu Issa al-Tirmidzi memberi tahu kami, Abd bin Hamid memberi tahu kami, Musab bin al-Miqdam memberi tahu kami, al-Mubarak bin Fadalah memberi tahu kami atas otoritas al-Hasan, dia berkata: seorang wanita tua datang kepada Nabi Muhammad Saw kemudian berkata: wahai Rasulullah saw., berdoalah kepada Tuhan untuk memasukkan saya ke surga, kemudian beliau menjawab: “Oh ibunya fulan, tidak ada wanita tua yang akan masuk surga.” Lalu dia berkata seraya berpaling dalam keadaan menangis. Kemudian Nabi saw. berkata: “Katakan padanya bahwa dia tidak akan masuk surga dalam keadaan tua”. Sesungguhnya Allah Swt. telah berfirman:[3]

( إنا أنشأناهن إنشاء فجعلناهن أبكارا )

Kisah pertanyaan nabi yang sulit ditebak oleh para sahabat

Suatu ketika, nabi Muhammad saw. pernah bertanya kepada para sahabat: “sesungguhnya di antara pohon ada pohon yang daunnya tidak akan jatuh. Pohon itu seperti orang-orang mukmin. Apakah kalian mengetahui pohon apakah itu?”. Para sahabat tadi beranggapan bahwa pohon itu adalah pohon yang ada di suatu lembah. Kemudian nabi menjawab: “sesungguhnya pohon itu adalah pohon kurma”.

Kisah Perilaku baik Sy. Hasan terhadap ayahnya (Sy. Ali r.a.)

suatu ketika Sy. Ali r.a. pernah ditanya oleh seseorang: “bagaimana perbuatan baik Hasan kepadamu?” Sy. Ali menjawab: “aku tidak pernah berjalan di malam hari kecuali ia berjalan di depanku. Dan, aku tidak pernah berjalan di siang hari kecuali ia berjalan di belakangku. Hasan juga tak pernah menaiki tempat tinggi sedangkan aku berada di bawahnya. Ia juga tidak pernah memanjangkan tangan terhadap makanan yang mengira bahwa aku menginginkannya”.

[1] Teks asal:

 وقال المسيب بن شريك : هن عجائز الدنيا أنشأهن الله تعالى خلقا جديدا كلما أتاهن أزواجهن وجدوهن أبكارا

[2] Teks asal:

دليل هذا التأويل قوله في عقبه : ( إنا أنشأناهن إنشاء ) خلقناهن خلقا جديدا . قال ابن عباس : يعني الآدميات العجز الشمط يقول خلقناهن بعد الهرم خلقا آخر . ( فجعلناهن أبكارا ) عذارى

[3] Teks asal:

أخبرنا أبو محمد عبد الله بن عبد الصمد الجوزجاني أخبرنا أبو القاسم علي بن أحمد الخزاعي عن الهيثم بن كليب الشاشي أخبرنا أبو عيسى الترمذي أخبرنا عبد بن حميد ، أخبرنا مصعب بن المقدام ، أخبرنا المبارك بن فضالة عن الحسن قال : أتت عجوز النبي – صلى الله عليه وسلم – فقالت: يا رسول الله ادع الله أن يدخلني الجنة فقال : ” يا أم فلان إن الجنة لا يدخلها عجوز ” ، قال : فولت تبكي قال : ” أخبروها أنها لا تدخلها وهي عجو إن الله تعالى يقول : ” إنا أنشأناهن إنشاء”

Baca juga : “Jika saya juara kelas, saya bernadzar akan melaksanakan sholat lima waktu selama seminggu” Sahkah shigot nadzar demikian?

Avatar

Fauzan Taqiyuddin

Asal Bandung suka nulis puisi