ArtikelBerita

Amirul Ihsan: Santri Soft Spoken Asal Gedangan yang Resmi Menjadi Nahkoda Baru Asrama Umum Masa Bakti 2026/2027

 

MALANG, AL-KHOIROT – Suasana khidmat menyelimuti Asrama Umum Pondok Pesantren Al-Khoirot pada Sabtu malam (7/11/2026). Tepat pukul 20.00 WIB, ratusan santri menjadi saksi momentum penting reorganisasi kepengurusan melalui agenda Pelantikan dan Peresmian Ketua Asrama Umum Periode 2026/2027.

Dalam prosesi tersebut, Ketua Pengurus Pondok Pesantren Al-Khoirot, Fauzan Taqiuddin Abdul Fatah, secara resmi mengangkat sdr. Amirul Ihsan untuk mengemban amanah baru sebagai Ketua Asrama Umum. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari keberlanjutan roda organisasi di lingkungan pesantren.

“Perputaran posisi ini merupakan upaya dalam melaksanakan sunnatullah. Ini bukan tentang siapa yang tertinggi dan siapa yang terendah, melainkan tentang menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat (the right man on the right place), demi menyegarkan semangat dan optimalisasi khidmat pengurus terhadap pondok pesantren ini,” tutur Fauzan Taqiuddin dalam sambutannya.

Fauzan menambahkan bahwa prinsip penempatan amanah ini sejalan dengan tuntunan syariat, sebagaimana yang termaktub dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 58:

اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰٓى اَهْلِهَا ۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًاۢ بَصِيْرًا ۝٥٨

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada pemiliknya. Apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu tetapkan secara adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang paling baik kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Pihak manajemen pesantren menyadari sepenuhnya bahwa program-program kepesantrenan, khususnya di lingkungan Asrama Umum, membutuhkan penataan dan manajemen yang rapi serta tersistem dengan baik. Oleh karena itu, roda program tersebut mustahil dapat berjalan optimal tanpa adanya tata kelola dari santri-santri pilihan yang diberi kepercayaan penuh.

Hal ini, menurut Fauzan, mempertegas maqolah masyhur dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah:

الْحَقُّ بِلَا نِظَامٍ يَغْلِبُهُ الْبَاطِلُ بِنِظَامٍ

“Kebenaran yang tidak terorganisir akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir.”

Memasuki sesi inti, Fauzan Taqiuddin secara sah menyatakan dimulainya masa bakti kepengurusan baru yang disaksikan langsung oleh seluruh santri asrama umum yang hadir. Prosesi sakral ini ditutup dengan pemberian kesempatan bagi Ketua Asrama Umum yang baru, sdr. Amirul Ihsan, untuk menyampaikan sambutan perdana dan visi khidmatnya di hadapan seluruh santri Asrama Umum.

Menurut Amir, santri – siapapun itu, latar belakang apapun itu, pada waktu yang sama ia akan mendapatkan kesempatan yang sama seperti dirinya saat ini. Karena, sifat pengabdian berhak dilakukan dan diterima oleh siapapun. Kemudian ia menambahkan, bahwa ke depannya ia meminta kerjasama dan bantuan para santri, khususnya perngurus asrama umum yang sudah dibentuk sebelumnya, untuk memikirkan dan mengurus asrama ini dengan sebaik-baiknya.

 

+ posts

Santri asal Bandung, namun lebih lama hidup di kotanya orang. Lebih tepatnya, pada pertengahan tahun 2016, ia berunjuk gigi di hadapan publik dengan keberadaannya di ujung timur pulau Jawa.

Soal sekarang, Alhamdulillah masih duduk di bangku yang tidak umumnya orang duduki. Maksudnya, status masih pelajar tingkat Ma'had Aly di Pondok Pesantren Al-Khoirot dan belum menikah.

Kebetulan, dia juga sedang menempuh studi S1 di Universitas Al-Qolam Malang, jika malas baca bisa disingkat menjadi UQM, begitu katanya.

Itu saja mungkin, selebihnya bisa berkunjung ke rumahnya.

Fauzan Taqiyuddin

Santri asal Bandung, namun lebih lama hidup di kotanya orang. Lebih tepatnya, pada pertengahan tahun 2016, ia berunjuk gigi di hadapan publik dengan keberadaannya di ujung timur pulau Jawa. Soal sekarang, Alhamdulillah masih duduk di bangku yang tidak umumnya orang duduki. Maksudnya, status masih pelajar tingkat Ma'had Aly di Pondok Pesantren Al-Khoirot dan belum menikah. Kebetulan, dia juga sedang menempuh studi S1 di Universitas Al-Qolam Malang, jika malas baca bisa disingkat menjadi UQM, begitu katanya. Itu saja mungkin, selebihnya bisa berkunjung ke rumahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *