Download KitabKeislaman

Kitab-kitab Hadits Download dan Baca Online

Kitab-kitab Hadits Download dan Baca Online. Hadits atau al-Sunnah adalah sumber kedua syariah Islam setelah Al-Quran. Sumber primer Islam yang sangat penting. Namun harus dicatat bahwa hadits yang memiliki otoritas hampir sejajar dengan Al-Quran adalah hadits-hadits sahih atau hasan. Bukan yang dhaif apalagi maudhuk.

Daftar isi

  1. Enam Kitab Hadits (Al-Kutub Al-Sittah)
  2. Sembilan Kitab Hadis (Al-Kutub Al-Tis’ah)
  3. Kitab Hadis Non- Kutubut Tis’ah
  4. Istilah Populer untuk Ulama Periwayat Hadits
  5. Catatan Akhir

Kitab-kitab berikut yang ada linknya dapat didownload untuk disimpan di laptop atau dibaca online. Umumnya kitab-kitab hadis ini dalam format pdf dan hasil dari scanning dari format cetaknya, sehingga penomoran halaman sama dengan versi cetak.

ENAM KITAB HADITS (AL-KUTUB AL-SITTAH)

Istilah al-kutub al-sittah atau kitab hadis yang enam itu merujuk pada enam kitab kumpulan hadis berikut:

  1. Sahih al-Bukhori atau Al-Jamik Al-Musnad As-Sahih Al-Mukhtashor min Umuri Rasulillah s.a.w. wa Sunanihi wa Ayyamihi karya Al-Bukhari (194-256 H; 810-870 M).[1]. Satu jilid.
  2. Sahih Muslim karya Muslim bin Al-Hajjaj (206-261 H; 822-875 M).[2]. Dua jilid.
  3. Sunan Abu Dawud karya Abu Dawud (202-275 H; 817-889 M).[3]. Enam jilid.
  4. Sunan al-Tirmidzi atau Al-Jamik Al-Kabir min As-Sunan an Rasulillah s.a.w wa Makrifat As-Sahih wal Ma’lul wa Ma Alaih Al-Amal karya At-Tirmidzi (209-279 H; 824-892 M).[4]. Enam jilid.
  5. Sunan al-Nasai atau Al-Sunan Al-Kubra karya An-Nasai (215-303 H; 829-915 M).[5]. 12 jilid.
  6. Sunan Ibnu Majah karya Ibnu Majah (209-273 H; 824-886 M).[6]. Dua jilid.


SEMBILAN KITAB HADIS (AL-KUTUB AL-TIS’AH)

Istilah al-kutub al-tis’ah atau kitab hadis yang sembilan itu merujuk pada sembilan kitab kumpulan hadis berikut:

  1. Sahih al-Bukhori atau Al-Jamik Al-Musnad As-Sahih Al-Mukhtashor min Umuri Rasulillah s.a.w. wa Sunanihi wa Ayyamihi karya Al-Bukhari (194-256 H; 810-870 M).[1]. Satu jilid.
  2. Sahih Muslim karya Muslim bin Al-Hajjaj (206-261 H; 822-875 M).[2]. Dua jilid.
  3. Sunan Abu Dawud karya Abu Dawud (202-275 H; 817-889 M).[3]. Enam jilid.
  4. Sunan al-Tirmidzi atau Al-Jamik Al-Kabir min As-Sunan an Rasulillah s.a.w wa Makrifat As-Sahih wal Ma’lul wa Ma Alaih Al-Amal karya At-Tirmidzi (209-279 H; 824-892 M).[4]. Enam jilid.
  5. Sunan al-Nasai atau Al-Sunan Al-Kubra karya An-Nasai (215-303 H; 829-915 M).[5]. 12 jilid.
  6. Sunan Ibnu Majah karya Ibnu Majah (209-273 H; 824-886 M).[6]. Dua jilid.
  7. Musnad Ahmad atau Al-Musnad karya Ahmad bin Hanbal (164-241 H; 780-855 M).[7]. 20 jilid.
  8. Muwatta Malik karya Imam Malik (93-179 H; 711-795 M).[8]. Dua jilid.
  9. Sunan Ad-Darimi atau Musnad Ad-Darimi atau Al-Musnad Al-Jamik atau Al-Musnad Al-Kabir karya Ad-Darimi (181-255 H; 797-869 M).[9]. Empat jilid.


KITAB HADIS NON- KUTUBUT TIS’AH

Selain dari kitab hadits sittah dan tis’ah di atas, terdapat juga beberapa kitab hadits lain sebagai berikut:

  1. Mushannaf Abdir Rozzaq atau Al-Mushannaf karya Abdur Razzaq (w. 211 H). Sembilan jilid.
  2. Mushannaf Ibnu Abi Syaibah karya Ibnu Abi Syaibah (w. 235 H). 15 jilid.
  3. Sahih Ibnu Hibban karya Ibnu Hibban (w. 254 H).
  4. Musnad Al-Bazzar atau Al-Bahr Az-Zakhar karya Al-Bazzar (w. 292 H). 18 jilid.
  5. Sahih Ibni Khuzaimah karya Ibnu Khuzaimah (w. 311 H). Dua jilid.
  6. Musnad  atau Mustakhraj Abi Awanah karya Abu Awwanah (w. 316 H). 5 jilid.
  7. Al-Mustadrak atau Al-Mustadrak ala al-Sahihain karya Al-Hakim (w. 405 H). 5 jilid.
  8. Sunan al-Baihaqi al-Kubra atau As-Sunanul Kubro karya Al-Baihaqi (w. 458 H). 11 jilid.
  9. Majmauz Zawaid wa Manbaul Fawaid karya Nuruddin Al-Haitsami (w. 735 H). 12 jilid.
  10. Al-Matalib Al-Aliyah bi Zawaid Al-Masanid Al-Tsamaniyah karya Ibnu Hajar Al-Asqalani (w. 852 H). 19 jilid.

Baca juga: Daftar kitab sistematika Tafsir Al-Quran dan biografi Mufassir dan Qari

ISTILAH POPULER IMAM PERIWAYAT HADIS

Di bagian akhir suatu hadits, terkadang disebut jumlah perawi akhir dari suatu hadits. Yang paling terkenal adalah muttafaq alaih. Namun, ada juga istilah al-tsalatsah (imam yang tiga), al-arba’ah (imam yang empat), al-khamsah (imam yang lima, al-sittah (imam hadits yang enam), dan al-sab’ah (imam hadis yang tujuh). Siapa saja mereka? Berikut penjelasannya.

Urutan ini berdasarkan kriteria dari Ibnu Hajar Al-Asqalani[10]

  1. Muttafaq alaih: Bukhari dan Muslim.
  2. Ats-Tsalatsah: Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai.
  3. Al-Arba’ah: Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai, Ibnu Majah.
  4. Al-Khamsah: Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai, Ibnu Majah.
  5. As-Sittah: Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai, Ibnu Majah.
  6. As-Sab’ah: Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai, Ibnu Majah.

Baca juga:

  1. Daftar Kitab Tafsir Al-Quran Ahlussunnah
  2. Daftar kitab Tafsir Wahabi dan Syiah


Catatan akhir (End notes)

[1] Abu Abdillah Muhammad bin Ismail Al-Bukhari. TL (tempat lahir): Bukhara, Uzbekistan; TW (tempat wafat): Samarqand, Uzbekistan.

[2] Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim bin Ward bin Kusyadz Al-Qusyairi An-Naisaburi, Abul Husain. TL: Naisapur, Iran. TW: Naisapur, Iran.

[3] Abu Dawud Sulaiman bin Al-Asy’ats bin Ishaq Al-Azdi Al-Sijistani. TL: Sistan, Iran. TW: Bashrah, Irak.

[4] Muhammad bin Isa bin Saurah bin Musa bin Ad-Dahhak As-Sulami At-Tirmidzi, Abu Isa. TL: Termez, Uzbekistan. TW: Termez, Uzbekistan.

[5] Abu Abdirrahman Ahmad bin Syuaib bin Ali bin Sinan bin Bahar bin Dinar An-Nasai. TL: Nisa’, Turkmenistan. TW: Makkah, Arab Saudi.

[6] Abu Abdillah Muhammad bin Yazid bin Majah Ar-Rab’i Al-Qazwini. TL: Qazvin, Iran . TW: Qazvin, Iran.

[7] Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal Asy-Syaibani Al-Dzahali. Panggilan populer: Ahmad bin Hanbal atau Bin Hanbal. TL/TW: Baghdad, Irak.

[8] Abu Abdillah Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir Al-Asbahi Al-Humairi Al-Madani. Panggilan populer: Imam Malik. TL/TW: Madinah, Arab Saudi.

[9] Usman bin Said bin Khalid bin Said At-Tamimi Ad-Darimi As-Sijistani As-Samarqandi. TL: Samarkand, Uzbekistan. TW: Muscat, Oman.

[10] Lihat, An-Nuri & Alawi Al-Maliki, Ibanatul Ahkam Syarah Bulughul Marom, hlm. 1/9.

Website | + posts

A Fatih Syuhud; adalah pengasuh Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang. Penulis masalah Islam, pendidikan, pesantren dan politik. Tulisan opininya yang pernah dimuat di Kompas, Republika, dan lain-lain sudah dibukukan dengan judul, Islam dan Politik: Sistem Khilafah dan Realitas dunia Islam. Catatan Harian-nya di fatihsyuhud.com (dalam Bahasa Inggris) pernah dinobatkan Majalah Tempo (edisi 6 Agustus 2006) sebagai #1 dari 10 Penulis Blog Terbaik. Di Al-Khoirot mengajar kitab berikut: Tafsir Jalalain, Sahih Bukhari, Al-Umm, Muhadzab, Fathul Wahab, Iqna' dan Ibanah al-Ahkam. . Buku-buku yang sudah terbit dapat dilihat di Google Play Store.

Avatar

A. Fatih Syuhud

A Fatih Syuhud; adalah pengasuh Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang. Penulis masalah Islam, pendidikan, pesantren dan politik. Tulisan opininya yang pernah dimuat di Kompas, Republika, dan lain-lain sudah dibukukan dengan judul, Islam dan Politik: Sistem Khilafah dan Realitas dunia Islam. Catatan Harian-nya di fatihsyuhud.com (dalam Bahasa Inggris) pernah dinobatkan Majalah Tempo (edisi 6 Agustus 2006) sebagai #1 dari 10 Penulis Blog Terbaik. Di Al-Khoirot mengajar kitab berikut: Tafsir Jalalain, Sahih Bukhari, Al-Umm, Muhadzab, Fathul Wahab, Iqna' dan Ibanah al-Ahkam. . Buku-buku yang sudah terbit dapat dilihat di Google Play Store.