Download KitabKeislaman

Kitab Tafsir Al-Quran Download dan Baca Online

Download Kitab Tafsir Al-Quran. Ada tiga kategori tafsir Quran Dari segi sumber rujukan, Dari segi luas atau singkatnya pembahasan, Dari segi tematik atau tidaknya. Kitab-kitab tafsir ini dapat didownload versi pdf-nya di link yang diberikan pada setiap kitab.

Kitab-kitab ini sangat penting bagi para santri yang mengambil spesialisasi di berbagai bidang keislaman. Khususnya kajian tafsir. Baik untuk kajian pribadi maupun kelompok. Karena, Al-Quran adalah sumber utama Islam sehingga kajian keislaman apapun membutuhkan kitab tafsir.

Kitab-kitab ini juga dapat dijadikan bahan rujukan untuk tema-tema khusus yang sedang ditulis atau sekedar untuk menerjemah sebagian penafsiran dari sebagian ayat.

Apapun tujuan Anda, kitab-kitab ini sangat bagus untuk dimiliki dan dibaca.

Daftar isi

  1. Bicara Ilmiah dengan Menyebut Rujukan
  2. Tiga Kategori Tafsir Al-Quran
  3. Daftar Kitab Tafsir Al-Quran berdasarkan tahun wafat pengarangnya
    1. Tafsir Ulama Generasi Salaf al-Salih (Sahabat, Tabi’in, Tabi’it Tabi’in)
    2. Tafsir Pasca Salafus Salih
    3. Tafsir Ulama Mutaqaddimin
    4. Tafsir Ulama Muta’akhirin
    5. Tafsiri Ulama Muashirin
  4. Tafsir Ayat Ahkam (Khusus Hukum)
  5. Kitab Ulumul Quran
  6. Ilmu Tafsir, Biografi Mufassir dan Qari
  7. Tafsir Indonesia, Jawa & Terjemah
  8. Tafsir Salafi Wahabi dan Syiah
  9. Catatan Akhir


Bicara Ilmiah dengan Menyebut Literatur (Rujukan)

Para santri senior harus membiasakan diri saat berbicara agama dibarengi dg landasan rujukan literatur kitab klasik (atau kontemporer). Agar santri yunior menjadi terbiasa dengan perilaku ilmiah mencontoh seniornya.

Saya melihat ada sebagian ustadz yg sering bicara tanpa maraji’ (literatur) dan tidak jarang secara ngawur menuduh orang yang tidak disukai atau tidak disetujui pendapat-nya dengan label atau stigma tertentu (ad hominem). Seperti label liberal, syiah, PKI, dll. Suatu sikap nir etika dalam dunia akademis. Ini sangat menyedihkan karena santri umumnya mengedepankan akhlak dari apapun. Dan ini sekaligus memberi contoh buruk pada pengikutnya serta menguatkan kesan, bahwa orang tersebut tidak pernah atau jarang baca kitab / buku namun terlanjur menjadi tokoh panutan di komunitasnya.

Salah satu sumber primer Islam tentu saja Al-Quran dg berbagai tafsirnya

Tiga Kategori Tafsir Al-Quran

Pertama, dari segi sumber rujukan, tafsir terbagi ke dalam dua jenis: tafsir bil ma’tsur (berdasarkan nash Quran atau hadis) dan tafsir bir ra’yi (berdasarkan pendapat sendiri atau ulama lain).

Kedua, dari segi luas atau singkatnya suatu kitab tafsir, ia terbagi menjadi dua jenis: tafsir tahlili (luas uraiannya), dan tafsir ijmali (penjelasan singkat).

Ketiga, dari segi tematik atau tidaknya, suatu kitab tafsir terbagi menjadi dua jenis yaitu tafsir maudhu’i (tematik) dan tafsir aam (umum).[1] Tafsir maudui contohnya seperti tafsir ayat ahkam yaitu tafsir yang khusus membahas ayat yang berkaitan dengan hukum fikih.


KATEGORI KITAB TAFSIR AL-QURAN BERDASARKAN TAHUN WAFAT PENGARANGNYA

Ditinjau dari masa wafat mufassir, kitab tafsir dapat dikategorikan menjadi dua jenis yaitu (a) tafsir Salaf dan pasca-salaf; (b) tafsir mutaqaddimin, muta’akhirin, dan muashirin.

Ditinjau dari aliran keagamaan yang dianut mufassirnya, kitab tafsir dapat dibagi menjadi tiga yaitu tafsir Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah), tafsir Salafi Wahabi dan tafsir Syiah.


Tafsir Ulama Generasi Salaf al-Salih (Sahabat Nabi, Tabi’in, Tabi’it tabi’in)

Daftar kitab tafsir di bawah ini yang ada linknya bisa dibaca secara online atau didownload versi pdf / djvu-nya untuk disimpan di laptop  .

  1. Tafsir Ibnu Abbas karya Ibnu Abbas (3-68 H; 619-687 M).[2] Sahabat dan sepupu Rasulullah s.a.w. Dua jilid.
  2. Tafsir Mujahid bin Jabr karya Mujahid bin Jabr (21-104 H; 642-722 M). Tabi’in. Murid dari Sahabat Ibnu Abbas r.a. Delapan jilid.
  3. Tafsir As-Suddi Al-Kabir karya Al-Suddi Al-Kabir (w. 127 H; 744 M).[3] Tabi’in. Dua jilid.
  4. Tafsir Ibnu Juraij karya Ibnu Juraij (67-150 H; 699-767 M).[4] Tabi’it Tabi’in. Satu jilid.
  5. Tafsir Sufyan Ats-Tsauri karya Sufyan Ats-Tsauri (97-161 H; 715-778 M).[5] Tabi’it Tabi’ Satu jilid.
  6. Tafsir Imam Syafi’i karya Imam Syafi’i (150-204 H/767-820 M).[6] Tabi’it Tabi’ Tiga jilid.
  7. Ahkam Al-Quran li Al-Syafi’i karya Imam Syafi’i dikumpulkan oleh Al-Baihaqi.


Tafsir Pasca Generasi Salaf

Tafsir pos generasi salaf terjadi pada abad ketiga hijrah atau abad ke-9 masehi. Yakni, setelah era Imam Syafi’i (tabi’it tabi’in terakhir) sampai sekarang (abad ke-15 hijriah atau abad ke-21 masehi).

Namun, kalau mengikuti klasifikasi Al-Ghazi (Abul Barakat Al-Ghazi Al-Amiri, Bahjah An-Nazhirin ila Tarajum Al-Muta’akhirin min Asy-Syafi’iyah Al-Bari’in, hlm. 28. ), maka klasifikasi tafsir terbagi menjadi tiga yaitu tafsir mutaqaddimin (di mana Salafus Salih termasuk di dalamnya), muta’akhirin, dan muashirin (kontemporer).

Tafsir Ulama Mutaqaddimin Abad ke-1 sampai ke-8 hijriah (abad ke-7 s.d ke-13 Masehi)

Ulama mutaqaddimin adalah ulamat mulai masa Sahabat sampai abad kedelapan. Dengan demikian, mufassir generasi Salaf masuk pada kategori ulama mutaqaddimin

  1. Tafsir Ibnu Abbas karya Ibnu Abbas (3-68 H; 619-687 M).[2] Sahabat dan sepupu Rasulullah s.a.w. Dua jilid.
  2. Tafsir Mujahid bin Jabr karya Mujahid bin Jabr (21-104 H; 642-722 M). Tabi’in. Murid dari Sahabat Ibnu Abbas r.a. Delapan jilid.
  3. Tafsir As-Suddi Al-Kabir karya Al-Suddi Al-Kabir (w. 127 H; 744 M).[3] Tabi’in. Dua jilid.
  4. Tafsir Ibnu Juraij karya Ibnu Juraij (67-150 H; 699-767 M).[4] Tabi’it Tabi’in. Satu jilid.
  5. Tafsir Sufyan Ats-Tsauri karya Sufyan Ats-Tsauri (97-161 H; 715-778 M).[5] Tabi’it Tabi’ Satu jilid.
  6. Tafsir Imam Syafi’i karya Imam Syafi’i (150-204 H/767-820 M).[6] Tabi’it Tabi’ Tiga jilid.
  7. Ahkam Al-Quran li Al-Syafi’i karya Imam Syafi’i dikumpulkan oleh Al-Baihaqi.
  8. Tafsir An-Nasai karya An-Nasai (215-303 H; 829-915 M).[7] Dua jilid.
  9. Tafsir At-Tabari atau Jamiul Bayan ‘an Ta’wil Al-Qur’an karya Ibnu Jarir At-Tobari (224-310 H; 839-923 M).[8] 16 jilid.
  10. Tafsir Ibnul Mundzir atau Kitabu Tafsir Al-Quran karya Ibnul Mundzir (241-318 H; 855-930 M).[9] Dua jilid.
  11. Tafsir Ibnu Abi Hatim karya Ibnu Abi Hatim (240-327 H; 854-938 M).[10] 10 jilid.
  12. Ta’wilatu Ahlissunnah atau Tafsir Al-Maturidi karya Al-Maturidi (238-333 H; 853-944 M).[11] 10 jilid.
  13. (w. 338 H; 949 M).[12] Enam jilid.
  14. Tafsir Al-Kasyfu wal Bayan atau Tafsir Al-Tsa’labi atau Tafsir Al-Kabir karya Al-Tsa’labi (w. 427 H; 1035 M).[13] 10 jilid.
  15. (w. 469 H; 1076 M) Dua jilid.
  16. Tafsir Al-Wasith karya Al-Wahidi. (w. 469 H; 1076 M) Empat jilid.
  17. Tafsir Al-Basith ketiganya karya Al-Wahidi (w. 469 H; 1076 M).[14] Murid dari Al-Tsa’ 25 jilid. Link alternatif di sini.
  18. Tafsir Al-Mawardi atau An-Nukat wal Uyun karya Al-Mawardi (364-450 H; 974-1058 M).[15] Enam jilid.
  19. Tafsir Al-Qusyairi atau Lathaiful Isyarat karya Al-Qusyairi (376-465 H; 987-1073 M).[16] Tiga jilid.
  20. Tafsir Al-Baghawi atau Ma’alimut Tanzil karya Al-Baghawi (433-516 H; 1041-1122 M).[17] Delapan jilid.
  21. Tafsir Al-Kasyaf an Haqaiq At-Tanzil wa Uyun Al-Aqawil fi Wujuh At-Ta’wil karya Al-Zamakhsyari (467-538 H; 1074-1143 M).[18] Dua jilid.
  22. Tafsir Ibnu Athiyah atau Al-Muharror Al-Wajiz fi Tafsir Al-Kitab Al-Aziz karya Ibnu Athiyah (481-542 H; 1088-1146 M).[19] Enam jilid.
  23. Tafsir Al-Ghaznawi atau Bahirul Burhan fi Ma’ani Musykilatil Quran karya Al-Ghaznawi (w. 553 H; 1158 M).[20] Tiga jilid.
  24. Tafsir Al-Ghaznawi atau Tafsirul Fuqaha wa Takdzib Al-Sufaha karya Al-Ghaznawi (w. 553 H; 1158 M).[20]
  25. Tafsir Ibnul Jauzi atau Zadul Masir fi Ilmi At-Tafsir karya Ibnul Jauzi (510-597 H; 1116-1201 M).[21] Sembilan jilid.
  26. Tafsir Al-Fakhrur Rozi atau Mafatihul Ghaib atau At-Tafsir Al-Kabir karya Ar-Razi (544-606 H; 1149-1210 M).[22] 32 jilid.
  27. Tafsir Al-Qanawi atau I’jazul Quran fi Tafsiri Ummil Quran karya Shadruddin Al-Qanawi (w. 672 H; 1274 M).
  28. Tafsir Al-Baidhawi atau Anwar At-Tanzil wa Asrarut Ta’wil karya Al-Baidawi (w. 685 H; 1286 M).[23] Empat jilid.
  29. Tafsir An-Nasafi atau Madarikut Tanzil wa Haqaiqut Ta’wil karya An-Nasafi (w. 710 H; 1310 M). [24] Tiga jilid.
  30. Tafsir Al-Khazin atau Lubabut Ta’wil fi Ma’anit Tanzil atau Ma’alimut Tanzil karya Alauddin Al-Khazin (678-741 H; 1280-1341 M).[25] Empat jilid.
  31. Tafsir Hasyiyah At-Tayyibi alal Kasyaf atau Futuhul Ghaib fil Kasyfi ‘an Qina’ir Rayb karya At-Tayyibi (w. 743 H; 1342 M).[26] 17 jilid.
  32. Tafsir Al-Bahrul Muhith karya Abu Hayyan Al-Gharnati (654-745 H; 1256-1344 M).[27]
  33. Tafsir Ibnu Juzay atau At-Tashil li Ulumit Tanzil karya Ibnu Juzay (758 H; 1357 M).[28] Dua jilid.
  34. Tafsir Ibnu Kasir atau Tafsir Al-Quran Al-Azhim karya Ibnu Katsir (701-774 H; 1301-1373 M).[29] Kitab ini ringkasan dari Tafsir Thabari. Delapan jilid.


Tafsir  Ulama Muta’akhirin (mulai abad ke-9 sampai 14 hijriah (Abad ke-14  s.d. ke- 19 Masehi)

Ulama muta’akhirin adalah ulama yang wafat pada kurun masa abad ke-9 (14 Masehi) sampai masa abad ke-14 (19 M)

  1. Tafsir Ibnu Arafah karya Ibnu Arofah (716-803 H; 1316-1400 M).[30] Empat jilid.
  2. Tafsir Al-Biqa’i atau Nazhmud Duror fi Tanasubil Ayat was Suwar karya Al-Biqai (809-885 H; 1407-1480 M).[31] 22 jilid.
  3. Tafsir Jalalain karya dua ulama guru dan muridnya. Yaitu, Jalaluddin Al-Mahalli (791-864 H; 1389-1460 M) dan Jalaluddin As-Suyuthi (849-911 H; 1445-1505 M). Satu jilid.
  4. Tafsir As-Suyuti atau Durrul Mantsur fit Tafsir bil Ma’tsur karya Jalaluddin As-Suyuti.[32] 17 jilid.
  5. Tafsir Showi atau Hasyiyatush Showi ala Tafsir Al-Jalalain karya Ash-Showi (1175-1241 H; 1761-1825 M).[33] Tiga jilid.
  6. Tafsir Abi Saud atau Irsyadul Aqlis Salim ila Mazayal Quranil Karim karya Abu Saud (w. 982 H; 1574 M).[34] Sembilan jilid.
  7. Tafsir Asy-Syirbini atau As-Sirajul Munir fil Ianati ala Makrifati Ba’di Ma’ani Kalami Rabbina Al-Hakim Al-Khobir karya Khatib Asy-Syirbini (w. 977 H; 1570 M).[35] Empat jilid.
  8. Tafsir Ali Al-Qori atau Anwarul Quran wa Asrarul Furqon karya Mullah Ali Al-Qori (w. 1014 H; 1606 M).[36] Lima jilid.
  9. Tafsir Al-Mazhari karya Al-Mazhari (1143-1225 H; 1730-1810 M).[37] 10 jilid.
  10. Tafsir Munir atau Marah Labid li Kasyfi Makna Al-Quran Al-Majid karya Muhammad bin Umar Nawawi Al-Banteni (w. 1316 H; 1898 M).


Tafsir Ulama Muashirin (mulai abad ke-14 hijriah (abad ke-20 masehi)  sampai sekarang (abad ke-15 H; 21 M)

Ulama yang wafat pada abad ke-14 hijriah (abad ke-20 masehi) dan (abad ke-15 H atau ke-21 M) masuk dalam kategorii ulama muashirin atau kontemporer. (contemprary scholars)

  1. Hasyiyah Tafsir An-Nasafi atau Tafsir Al-Iklil ala Madarik At-Tanzil wa Haqaiq At-Ta’wil karya Muhammad bin Abdul Haq (1252-1333 H; 1836-1910 M).[39] Tujuh jilid.
  2. Tafsir Al-Qosimi atau Mahasinut Ta’wil karya Al-Qasimi (1283-1332 H; 1866-1914).[38] 17 jilid.
  3. Tafsir Al-Alusi atau Ruhul Ma’ani fi Tafsiril Quranil Karim Was Sab’ul Masani karya Al-Alusi (1273-1342 H; 1856-1924 M).[40] 35 jilid.
  4. Tafsir Al-Maraghi karya Muhammad Mustofa Al-Maraghi (1298-1364 H;1881-1945 M). 30 jilid.[41]
  5. Tafsir At-Tanwir wat Tahrir karya Tahir Ibnu Asyur / Ashur (wafat: 1393 H; 1973 M). 30 jilid.
  6. Tafsir Al-Ibriz karya KH Bisri Mustofa (1333-1397 H; 1915-1977 M). Bahasa Jawa pegon.
  7. Tafsir Al-Tantawi atau Tafsir Al-Wasit karya Ali Al-Tantawi (w. 1420 H; 1999 M). 15 jilid.
  8. Tafsir Al-Jazairi atau Aysarut Tafasir li Kalamil Aliyyil Kabir karya Abu Bakar Al-Jazairi (1339-1439 H; 1921-2018 M).[42] Lima jilid.
  9. Sofwatut Tafasir karya Ash-Shobuni. Tiga jilid.
  10. At-Tafsir Al-Wadih Al-Muyassar karya Ash-Shobuni. Satu jilid.
  11. Al-Mausuah Al-Quraniyah karya kumpulan ulama Mesir. 1 jilid.


Tafsir Indonesia, Jawa dan Terjemah

  1. Tafsir Al-Azhar oleh Buya Hamka (bahasa Indonesia)
  2. Tafsir Al-Ibriz oleh KH Bisri Mustofa (bahasa Jawa)
  3. Tafsir Al-Quran Kemenag (Kementerian Agama). Bahasa Indonesia. 10 jilid.
  4. Terjemah Tafsir Jalalain karya Jalaluddin Al-Suyuti dan Al-Mahalli
  5. Terjemah Tafsir Al-Munir karya Dr. Wahbah Zuhaili
  6. Terjemah Tafsir Ibnu Katsir karya Ibnu Kathir
  7. Tafsir Ringkas Kemenag. Dua Jilid.
  8. Tafsir Al-Furqan karya A. Hassan


Catatan Kaki

[1] Al-Mausuah Al-Quraniyah Al-Mutakhassisah, hlm. 277-278.

[2] Abdullah bin Abbas bin Abdul Muttalib bin Hasyim.

[3] Ismail bin Abdurrahman As-Sudi Abu Muhammad Al-Qurasyi Al-Kufi Al-A’war. Maula dari Zainab binti Qais bin Makhramah.

[4] Abul Walid Abdul Malik bin Abdul Aziz bin Juraij Al-Umawi.

[5] Sufyan bin Said bin Masruq bin Al-Tsauri Al-Kufi Abu Abdillah.

[6] Sufyan bin Said bin Masruq bin Al-Tsauri Al-Kufi Abu Abdillah.

[7] Abu Abdirrahman Ahmad bin Syuaib bin Ali bin Sinan An-Nasai atau Abu Abdirrahman Ahmad bin Syuaib bin Ali bin Sinan bin Bahar bin Dinar Al-Khurasani.

[8] Muhammad bin Jarir bin Yazid bin Katsir bin Ghalib. Dikenal dengan panggilan Imam Abu Ja’far At-Tobari.

[9] Abu Bakar Muhammad bin Ibrahim bin Al-Mundzir An-Naisaburi.

[10] Abu Muhammad Abdurrahman bin Muhammad bin Idris bin Al-Mundzir bin Dawud bin Mahran At-Tamimi Al-Hafzhali Ar-Razi. Dikenal dengan Ibnu Abi Hatim karena ayahnya yang bernama Abu Hatim adalah seorang ahli hadis terkenal.

[11] Abu Mansur Muhammad bin Muhammad bin Mahmud Al-Maturidi Al-Samarkandi Al-Hanafi atau Abu Mansur Al-Maturidi atau Imam Al-Maturidi.

[12] Abu Ja’far Ahmad bin Muhammad bin Ismail bin Yunus Al-Muradi. Dikenal dengan Abu Ja’far An-Nahhas.

[13] Abu Ishaq ahmad bin Muhammad bin Ibrahim Al-Tsa’labi.

[14] Abul Hasan Ali bin Ahmad bin Muhammad bin Ali Al-Wahidi Asy-Syafi’i An-Naisaburi.

[15] Abul Hasan Ali bin Muhammad bin Habib Al-Bashri Al-Mawardi.

[16] Abdul Karim bin Huzan Abul Qasim Al-Qusyairi An-Naisaburi Asy-Syafi’i Al-Asy’ari.

[17] Abu Muhammad Al-Husain bin Mas’ud bin Muhammad Al-Farra’ Al-Baghawi

[18] Abul Qasim Jarullah Mahmud bin Umar Al-Zamakhsyari Al-Khawarizmi.

[19] Abu Muhammad Abdul Haq bin Galib bin Athiyah Al-Andalusi.

[20] Mahmud bin Abil Hasan Ali bin Al-Husain An-Naisaburi Al-Ghaznawi Abul Qosim. Dikenal dengan: Bayanul Haq.

[21] Abdurrahman bin Ali bin Muhammad Abul Farasy bin Al-Jauzi. Dikenal sebagai Ibnul Jauzi.

[22] Abu Abdillah Muhammad bin Umar bin Al-Husain At-Taimi Al-Bakri At-Tabaristani Fakhruddin Ar-Razi.

[23] Nasiruddin Abul Khair Abdullah bin Umar Al-Baidhawi.

[24] Abul Barakat Hafizhuddin Abdullah bin Ahmad bin Mahmud An-Nasafi Al-Hanafi Al-Maturidi.

[25] Alauddin ali bin Muhammd bin Ibrahim bin Umar bin Khalil Asy-Syihi Al-Khazin Al-Baghdadi Asy-Syafi’i.

[26] Syarafuddin Al-Husain bin Muhammad bin Abdullah At-Tayyibi.

[27] Atsiruddin Abu Hayyan Muhammad bin Yusuf bin Ali bin Yusuf Al-Gharnati Al-Andalusi Al-Jayyani An-Nafazi.

[28] Muhammad bin Abi Al-Qawsim Muhammad bin Ahmad bin Juzay Al-Kalbi Al-Gharnati Al-Andalusi Al-Hanbali.

[29] Imaduddin Abul Fida’ Ismail bin Umar bin Katsir bin Dhaw bin Dar’ Al-Qurasyi Al-Khasli Al-Bashrawi Asy-Syafi’i Ad-Dimasyqi.

[30] Abu Abdillah Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Arofah Al-Warghami Al-Asy’ari.

[31] Burhanuddin Abul Hasan Ibrahim bin Umar bin Hasan Ar-Rubat bin Ali bin Abu Bakar Al-Biqa’i.

[32] Abul Fadhal Abdurrahman bin Abu Bakar bin Muhammad Jalaluddin Al-Khudairi As-Suyuti.

[33] Ahmad bin Muhammad As-Showi Al-Maliki Al-Asy’ari.

[34] Muhammad Abus Saud Afandi bin Muhyiddin Muhammad bin Muslihuddin Mustofa Imaduddin Al-Imadi Al-Askalibi Al-Hanafi atau Abu Saud bin Muhammad Al-Imadi. Dikenal sebagai Abus Saud Afandi.

[35] Syamsuddin Muhammad bin Ahmad Al-Khotib Asy-Syirbini Asy-Syafi’i Al-Qohiri. Dikenal dengan panggilan Khotib Asy-Syirbini.

[36] Ali bin Nuruddin Al-Mulla Al-Harawi Al-Qori Al-Hanafi.

[37] Qadi Tsanaullah Al-Usmani Al-Hanafi Al-Mazhari An-Naqsyabandi.

[38] Abul Faraj Muhammad Jamaluddin bin Muhammad Said bin Qasim bin Saleh bin Ismail bin Abi Bakar Ad-Dimasyqi Al-Qasimi.

[39] Muhammad Abdul Haq bin Syah Muhammad bin Yar Muhammad Al-Allahabadi Al-Hindi Al-Makki Al-Hanafi.

[40] Mahmud Syukri bin Abdullah bin Syihabuddin Al-Alusi.

[41] Al-Maraghi adalah Syaikhul Azhar yang pemikirannya sedikit dipengaruhi semangat pembaruannya Muhammad Abduh.

[42] Abu Bakar Jabir bin Musa bin Abdul Qadir bin Jabir. Dikenal dengan sebutan Abu Bakar Al-Jazairi.

[43] Ahmad bin Ali Ar-Razi Al-Jassas Al-Hanafi.

[44] Abu Bakar bin Abdullah bin Al-Arabi Al-Ma’afiri Al-Isybili. Dikenal sebagai Ibnul Arabi.

[45] Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Abu Bakar Al-Anshari Al-Qurtubi.

[46] Muhammad bin Ali Ash-Shobuni Al-Hanafi.

Ahmad Fatih Syuhud
 | Website

A Fatih Syuhud; adalah pengasuh Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang. Penulis masalah Islam, pendidikan, pesantren dan politik. Tulisan opininya yang pernah dimuat di Kompas, Republika, dan lain-lain sudah dibukukan dengan judul, Islam dan Politik: Sistem Khilafah dan Realitas dunia Islam. Catatan Harian-nya di fatihsyuhud.com (dalam Bahasa Inggris) pernah dinobatkan Majalah Tempo (edisi 6 Agustus 2006) sebagai #1 dari 10 Penulis Blog Terbaik. Di Al-Khoirot mengajar kitab berikut: Tafsir Jalalain, Sahih Bukhari, Al-Umm, Muhadzab, Fathul Wahab, Iqna' dan Ibanah al-Ahkam.. Buku-buku yang sudah terbit dapat dilihat di Google Play Store.

Avatar

A. Fatih Syuhud

A Fatih Syuhud; adalah pengasuh Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang. Penulis masalah Islam, pendidikan, pesantren dan politik. Tulisan opininya yang pernah dimuat di Kompas, Republika, dan lain-lain sudah dibukukan dengan judul, Islam dan Politik: Sistem Khilafah dan Realitas dunia Islam. Catatan Harian-nya di fatihsyuhud.com (dalam Bahasa Inggris) pernah dinobatkan Majalah Tempo (edisi 6 Agustus 2006) sebagai #1 dari 10 Penulis Blog Terbaik. Di Al-Khoirot mengajar kitab berikut: Tafsir Jalalain, Sahih Bukhari, Al-Umm, Muhadzab, Fathul Wahab, Iqna' dan Ibanah al-Ahkam. . Buku-buku yang sudah terbit dapat dilihat di Google Play Store.