ArtikelBerita

Tingkatkan Minat Bahasa Arab Santri TPQ dan Madin, Mahasiswa UM BBM Tematik Usung Konsep Fun Learning di Jatisari

 

MALANG, Tajinan – Tim program pengabdian masyarakat UM Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) Tematik, sukses menyelenggarakan program kerja unggulan bertajuk “Fun Learning Bahasa Arab” di Desa Jatisari, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Rangkaian program pendampingan yang berlangsung intensif dalam kurun waktu empat pakan ini menyasar para santri di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Madrasah Diniyah (Madin) setempat guna meningkatkan minat serta motivasi belajar bahasa Arab sejak dini.

Berbeda dari kelompok KKN pada umumnya, tim UM BBM Tematik Desa Jatisari ini beranggotakan 15 mahasiswa yang seluruhnya berasal dari satu program studi yang sama, yaitu Pendidikan Bahasa Arab UM. Mengandalkan keselarasan latar belakang keilmuan tersebut, para mahasiswa berkolaborasi merancang metode pembelajaran yang interaktif, aplikatif, dan ramah anak.

Program ini digagas sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya penguasaan bahasa Arab sebagai fondasi memahami agama Islam, sekaligus mengikis stigma bahwa bahasa Arab adalah pelajaran yang rumit.

“Melalui konsep Fun Learning ini, kami ingin santri TPQ dan Madin tidak hanya sekadar mengenal kosakata dasar, tetapi juga tumbuh minat dan semangatnya dalam mempelajari bahasa Arab sebagai bagian tak terpisahkan dari pembelajaran agama Islam,” ungkap Koordinator Desa (Kordes) UM BBM Desa Jatisari, Aflah Sidqi Murtadho..

Fokus pembelajaran diarahkan pada pengenalan materi-materi dasar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari para santri. Materi tersebut mencakup topik perkenalan diri, angka, warna, anggota tubuh, nama-nama benda di sekitar, hingga latihan percakapan sederhana (hiwar).

Agar suasana belajar tetap kondusif dan menyenangkan, proses penyampaian materi dikemas melalui variasi media dan aktivitas edukatif. Di antaranya memanfaatkan lagu-lagu bahasa Arab berirama ceria, permainan interaktif, kuis terstruktur, penggunaan media visual yang menarik, serta praktik percakapan secara langsung antar-santri.

Antusiasme para santri tampak sangat tinggi sepanjang rangkaian kegiatan. Anak-anak terlihat aktif menirukan pelafalan kosakata, bernyanyi bersama, hingga berebut maju ke depan untuk menjawab pertanyaan kuis.

Para pengajar TPQ dan Madin di Desa Jatisari turut memberikan apresiasi positif atas inisiatif tim UM BBM. Pihak pengurus berharap metode pembelajaran yang kreatif ini dapat memberikan warna baru dan menjadi inspirasi pendekatan mengajar yang terus berlanjut di desa tersebut.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, 15 mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab UM berharap kontribusi kecil yang diberikan dapat meninggalkan kesan mendalam dan membawa dampak berkelanjutan bagi perkembangan pendidikan keagamaan santri di Desa Jatisari.

+ posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *