ArtikelBeritaWisata

Punya Skill Tukang, Mahasiswa KKN-T 07 UNIRA Malang Buat Plang “Punden Gunung Malang” dari Galvalum

Punya Skill Tukang, Mahasiswa KKN-T 07 UNIRA Malang Buat Plang “Punden Gunung Malang” dari Galvalum

Sumbertempur – Mahasiswa KKN-T 07 Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang kembali menunjukkan kontribusinya bagi masyarakat dengan membuat plang bertuliskan “Punden Gunung Malang” pada Senin, 2 Februari 2026. Plang tersebut dibuat dari bahan galvalum dan dipasang sebagai penanda resmi kawasan punden yang selama ini minim keterangan informasi.

Pembuatan plang ini dilatarbelakangi oleh kurangnya papan informasi yang menunjukkan keberadaan Punden Gunung Malang sebagai salah satu situs bersejarah dan tempat yang disakralkan oleh masyarakat Desa Sumbertempur. Banyak pengunjung maupun warga luar dusun yang belum mengetahui secara jelas lokasi maupun nama tempat tersebut.

Salah satu anggota KKN-T 07, Daril, menyampaikan bahwa pembuatan plang ini merupakan bagian dari upaya penataan dan pengembangan kawasan punden agar lebih tertata dan informatif. “Kami melihat bahwa Punden Gunung Malang memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Namun, belum ada penanda yang jelas. Oleh karena itu, kami berinisiatif membuat plang dari galvalum agar lebih awet dan tahan terhadap cuaca,” ujarnya.

Proses pembuatan plang dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa KKN-T 07, mulai dari perancangan desain tulisan, pemotongan bahan galvalum, hingga proses pengecatan dan pemasangan di lokasi. Pemilihan bahan galvalum dinilai tepat karena kuat, tidak mudah berkarat, serta mampu bertahan dalam jangka waktu lama.

Warga setempat menyambut baik inisiatif tersebut. Salah satu tokoh masyarakat mengungkapkan rasa terima kasih atas kepedulian mahasiswa terhadap keberadaan Punden Gunung Malang. Menurutnya, keberadaan plang ini sangat membantu, terutama bagi pengunjung yang datang dari luar desa.

Dengan adanya plang “Punden Gunung Malang”, diharapkan kawasan tersebut semakin dikenal luas serta memiliki identitas yang lebih jelas. Mahasiswa KKN-T 07 berharap, langkah sederhana ini dapat menjadi awal pengembangan potensi wisata sejarah desa sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya yang ada.

+ posts