“Kalian (Santriwati) Adalah Semangat Baru yang Mengalir di Tubuh Umat Ini”
Sebagaimana termaktub di judul, itulah pesan mendalam dari Al-Mukarramah Ny. Hj. Juwairiyah Arifin, yang beliau sampaikan saat momen seminar keputrian perdana yang diadakan oleh Forum Silaturahmi Mahasiswa Al-Khoirot (FORSIMA) Cab. Kairo. Di pembukaan sambutan, beliau sangat mengapresiasi pengadaan seminar ini, serta mengungkapkan harapan dengan menuturkan:
“Mimpi kuliah di luar negeri, terasa sangat jauh dan sulit bagi kita, (seperti) hanya untuk orang-orang tertentu saja. Tapi sekarang, mimpi itu terasa semakin dekat dan nyata, bahkan menjadi semakin mudah dengan adanya ananda Aida –pemateri seminar dan alumni Ponpes Al-Khoirot putri di Kairo– disana. Semoga ini bisa menular ke teman-teman untuk mewujudkan mimpinya (juga). Agar kita bisa sama-sama berbahagia dengan meraih mimpi-mimpi kita. Karena lebih baik menyesal karena gagal mengejar mimpi, dari pada menyesal karena kita tidak pernah berusaha mengejar mimpi”.
Setelah itu, beliau menyampaikan salam dan nasehat dari Al-Mukarramah Ny. Hj. Lutfiyah Syuhud dengan menegaskan pentingnya ‘memperbaiki niat’ dalam menggapai mimpi. Hal itu tentu disebabkan seringnya niat kita yang terdistraksi di tengah perjuangan kita meraih mimpi. “Di banyak kitab Hadist, bab pertama biasanya dibuka dengan bab ‘niat’ atau dengan hadist:
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
Bahkan ada yang mengatakan bahwa Islam adalah agama niat; semuanya bergantung pada niat. Jadi, selalu perbaiki niat. (Karena) ketika niatnya benar, Allah akan menunjukan jalan-Nya kepada kebaikan” demikian ungkap beliau dengan tulus.
Ny. Hj. Juwairiyah juga mengingatkan kembali pentingnya identitas Santriwati yang berjuang menuntut ilmu, sebagai pelopor utama kebangkitan umat Islam. Beliau menjelaskan: “Kami sangat bangga dan mengapresiasi yang setinggi-tingginya, karena sudah ada jejak Al-Khoirot (putri) di Al-Azhar. Namun di atas segalanya, kalian adalah aset dan harapan kami untuk kebangkitan umat ini ke depan. Dan sebagai seorang wanita, yang mempunyai qodrat untuk meluruskan generasi perjuangan demi kebangkitan peradaban Islam, maka sebagai sesama perempuan (juga), kami (pengasuh) merasa mendapat semangat dan energi baru setelah mendengar kabar bahwa ada generasi muda kami, yang mana kami bisa menaruh harapan kepadanya. Sebagaimana yang diungkapan bahwa kalian (santriwati) adalah:
الرُوْحُ الجَدِيْد فِيْ جَسَدِ الأُمَّةِ
Kalian adalah ruh dan semangat baru yang mengalir di dalam tubuh umat ini”. Semoga kita senantiasa mentauladani dan memenuhi harapan dan cita-cita guru-guru kita. Wallahu A’lam Bisshawab.