Silaturahmi FORSIMA Kairo bersama Pengasuh PPA: Tekankan Critical Thinking dan Aktualisasi Keilmuan
Kairo, 15 Maret 2026, Forum Silaturahmi Mahasiswa Alkhoirot (FORSIMA) cabang Kairo mengadakan silaturahmi bersama pengasuh pondok pesantren alkhoirot dalam rangka kegiatan rutin yang diadakan satu tahun sekali. Dihadiri langsung oleh Dr. K.H. Ahmad Fatih Syuhud sebagai ketua pengasuh pondok pesantren alkhoirot dan Lora Helmi Ali sebagai kepala madrasah Aliyah Al-Khoirot, serta beberapa partisipan FORSIMA cabang Yogyakarta dan Malang.
Acara silaturahmi ini diawali oleh sambutan dari ketua FORSIMA cab. Kairo, Dimas Adi Saputra. Dalam penyampaiannya, selain untuk mempererat tali silaturahmi, ia juga mengatakan bahwa acara ini adalah momen untuk merefleksi hakikat seorang santri Al-Khoirot. Dimana hal itu tak akan lepas dari nasehat dan arahan yang tak akan ditemukan kecuali dari para pengasuh Ponpes Al-Khoirot.
Seusainya, acara dilanjutkan dengan nasehat dan pesan oleh Dr. K.H. Ahmad Fatih Syuhud. “kuliah di luar negeri memiliki kesan/image yang baik, maka jagalah hal itu dengan sebaik mungkin“. Beliau juga menekankan Critical Thingking (sikap kritis) yang harus dimiliki oleh santri sebagai modal penting seorang ulama ataupun akademisi. selain sebagai modal, hal ini juga penting karena kualitas seorang ulama dilihat dari seberapa besar sumbangsihnya pada ilmu pengetahuan, yang semuanya bergantung pada Novelty (kebaruan) yang ia kemukakan. Sedangkan Novelty tidak akan tergapai kecuali dengan Critical Thinking.
Hal ini beliau analogikan dengan sosok Imam Nawawi sangat dihormati di kalangan ulama Syafi’iyah. Bahkan dibanding pendapat imam Syafi’i, pendapat beliau lebih sering dikutip oleh para ulama madzhab Syafi’iyah. Kenapa demikian? Jika dicek muqaddimah (pendahuluan) kitab Majmu’, hal itu karena imam Nawawi berhasil mengemukakan ‘Novelty’ yang belum pernah dicapai oleh ulama-ulama Syafi’iyyah sebelumnya. Keberhasilan ini tidak lain adalah buah dari Critical Thingking yang beliau miliki.
Selain itu, bukti Critical Thinking Imam Nawawi juga direpresentasikan dengan keberanian beliau mengkritik semua pendapat yang menurut beliau kurang tepat, sekalipun itu pendapat imam Syafi’i sendiri. Hal ini tentu perlu ditauladani para santri agar selalu berpegang teguh pada hukum yang dilandasi oleh pengetahuannya terhadap dalil, meski hal itu mengharuskannya berbeda pendapat dengan gurunya sekalipun. Sehingga ia tidak mengambil remeh pendapat gurunya tanpa mengetahui dalilnya.
Selanjutnya, Lora Helmi Ali juga turut memberikan pesan berharga. Beliau menegaskan kepada para alumni untuk mengaktualisasi keilmuan lewat platform yang relevan dengan zaman, seperti membuat aplikasi edukatif yang bermanfaat di era digital. Sebagaimana yang telah beliau realisasikan aplikasi untuk para alumni IKMAL (Ikatan Keluarga Alkhoirot Malang). Beliau juga menegaskan mensuport penuh rancangan-rancangan agenda FORSIMA cab. Kairo dan siap menjadi inisiator pertama dalam merealisasikannya.
Acara ini berjalan lancar dan diparipurnai dengan doa bersama.