Artikel

Tausiah Tahun Baru Islam di Pesantren Al-Khoirot, Oleh Ust Su’udi

Untuk mempermudah pembaca dalam memahami isi tulisan, maka sangatlah perlu mencantumkan poin-poin yang tercantum dalam suatu tausiah. Berikut poin-poin-nya:

  1. Perbanyak baca sholawat

Dalam memperingati bulan Muharram, antusias santri al-khoirot untuk merayakan-nya tidak pernah runtuh saking semangatnya merayakan tahun baru ini sambil di iringi dengan lantunan sholawat yang dipimpin oleh grup sholawat ahbabul khoirot semangat mereka malah menjadi-jadi hingga rasa gembiranya mereka tak bisa diungapkan dengan kata-kata. Ust Su’udi menyebutkan hadits riwayat imam Ahmad yang berbunyi:

مَنْ سَرَّتْهُ حَسَنَتُهُ وَسَاَءتْه سَيِّأَتُهُ فَهُوَ مُؤْمِنٌ

Barangsiapa yang bahagia melaukan suatu kebaikan, maka itulah tanda bahwa ia orang mukmin. Begitujuga, apabila melakukan perbuatan buruk, kemudian ia menyesali perbuatan yang ia lakukan, maka orang tersebut mukmin.

Nabi Khidir pernah bertanya kepada para wali dan Rasulullah Saw dengan dialeg berikut ini:

هَلْ هُنَاكَ عَمَلٌ يُخْرِجُ الْعَبْدَ مِنْ دِيْوَانِ الشَّقَاوَةِ اِلَى دِيْوَان السَّعَادَةِ  فَلَمْ يُجِبْنِيْ اَحَدٌ مِنَ الْاَوْلِيَاَءْ  حَتَّى ذَهَبْتُ وَ سَأَلْتُ اِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَانَبِيَ اللهِ هَلْ هُنَاكَ عَمَلٌ يُلْقِى الْعَبْدَ مِنْ دِيْوَانِ الشَّقَاوَةِ اِلَى دِيْوَان السَّعَادَةِ ، فَقَالَ: نَعَمْ، يُلْقِى الْعَبْدَ مِنْ دِيْوَانِ الشَّقَاوَةِ اِلَى دِيْوَان السَّعَادَةِ اِذَا كَانَ يُكْثِرُ الصَّلاَةَ وَالسَّلمَ عَلَيَّ

Penjelasan teks:

Nabi khidir bertanya kepada para wali, apakah ada amalan yang bisa menyelamatkan seseorang dari yang asalnya celaka menjadi orang yang selamat, khususnya selamat di akhirat ? Maka tidak ada satu orangpun dari para wali itu yang bisa menjawab pertanyaan nabi Khidir. Sampai-sampai nabi Khidir datang kepada nabi Muhammad dan bertanya kepadanya, “Apakah ada amalan yang bisa menyelamatkan seseorang dari yang asalnya celaka menjadi orang yang selamat? Kanjeng nabi menjawab ada, amalan tersebut yaitu dengan memperbanyak membaca sholawat kepadaku.

  1. Terjadi peristiwa-peristiwa besar yang dialami pada sebagian nabi dan rasul
  2. Terjadi peristiwa awal penciptaan manusia, yakni diciptakan-nya nabi Adam dan Hawa.

Kronologi ceritanya, dahulu kala hiduplah seorang manusia yang hidup di surga, ia bernama Adam. Dengan rasa kesepian-nya, Allah Swt menciptakan seorang wanita bernamakan Hawa sebagai pendamping hidup atau teman hidup. Keduanya diberi kebebasan oleh sang Khaliq untuk memakan segala jenis varian makanan, minuman dan memakai semua fasilitas yang tersedia di surga, asalkan jangan sampai mendekati pohon yang menuaiakan buah bernama khuldi. Namun, apalahdaya seorang makhluk, bilamana Allah berkehendak lain dengan mengeluarkan nabi Adam dan Hawa dari surga, dikarenakan keduanya melangggar larangan Allah, yaitu memakan buah khuldi. Dengan kejadian yang demikian itulah, nabi Adam diprotes nabi Khidir, “gara-gara kamu (nabi Adam), andaikan kamu tidak makan buah khuldi, niscaya seluruh manusia tidak akan masuk neraka, mereka akan masuk surga.” Jawaban nabi Adam, “yang semuanya itu atas koridor irodah-nya (kehendak) Allah.

  1. Diselamatkan-nya nabi Ibrahim dari kobaran api raja Namrud, bertepatan pada tanggal 10 Muharam.
  2. Bulan Muharam Termasuk bulan yang dimulyakan

Baca juga : Penyambutan, Perayaan, Aktivitas Pondok Pesantren Al-Khoirot di Tahun Baru Islam 1445 H

Bulan-bulan yang dimulyakan (min asyhuri al-hurum) tersebut adalah Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharam, Rajab.

  1. Fazhai al-‘amal (aktifitas utama yang perlu dilakukan) di Bulan ‘Asyuro (tanggal 10 bulan Muharam)
  2. Tawassu’ ‘Ala al-Iyal

Penceramah mengatakan maksud dari Tawassu’ ‘Ala al-Iyal, yaitu: makan-nya dienakan atau ditambah.

  1. Zur ‘Aliman (berkunjung atau silaturahmi kerumah-nya orang alim)
  2. Puasa
  3. Puasa sunnah yang terbaik dilakukan setelah bulan Ramadhan adalah bulan Muharam, khususnya hari Jum’at, Kamis, dan Sabtu.
  4. Dilipatgandakan pahala yang dilakuan pada bulan Muharam

Apabila seseorang melakukan perbuatan baik di bulan Muharam, maka pahalanya akan dilipatgandakan. Sebaliknya, Apabila ia melakukan perbuatan jelek, maka dosa kejelekan-nya akan diliatgandakan juga. Indikasi yang seperti ini tidak lain diambil dari maqolah-nya ulama. Berikut maqolah-nya:

تُضَعَّفُ السَّيِّأَتُ كَمَا تُضَعَّفُ الْحَسَنَاتُ

Kejelekan dilipatgandakan, sebagaimana pahala yang dilipatgandakan

  1. Bulan Muharam merupakan bulan pertama menurut hitungan kalender Hijriyah

Simak dalam video berikut

Avatar

Muhammad Mukhlis

Salah satu mahasiswa program studi Ahwal Syakhsiyah di IAI Al-Qolam Malang, Juga masih aktif menjadi santri Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang. Jangan lupa kunjungi Blog saya.