الْمَلِكُ عَجِيبٌ (15)
الْمَلِكُ عَجِيبٌ (15)
Ahmad Faisal Ali
| Sebelum matahari terbenam, anak laki-laki itu bangun dari tidurnya | وَقَبْلَ غُرُوبِ الشَّمْسِ، قَامَ الْفَتَى مِنْ نَوْمِهِ |
| Dan dia berkata: Saya tidur lama sekali. Saya haus | وَقَالَ: لَقَدْ نِمْتُ طَوِيلًا. أَشْعُرُ بِالْعَطَشِ |
| Tidak, saya tidak mau air, Hasan. Ada semangka di salah satu kotak | لَا، لَا أُرِيدُ مَاءً يَا حَسَنُ. هُنَالِكَ بِطِّيخٌ فِي أَحَدِ الصَّنَادِيقِ |
| Raja bangkit, membawa kotak tersebut, dan melihat banyak semangka | قَامَ الْمَلِكُ، وَأَحْضَرَ الصُّنْدُوقَ، فَرَأَى بِطِّيخًا كَثِيرًا |
| Dia berseru: Kamu licik! Mengapa kamu tidak memberi tahuku kalau kita punya semangka? Dimana pisaunya? | فَصَاحَ: أَيُّهَا الْمُخَادِعُ! لِمَاذَا لَمْ تُخْبِرْنِي أَنَّنَا نَمْلِكُ بِطِّيخًا؟ أَيْنَ هِيَ السِّكْيِنُ؟ |
| Anak laki-laki itu tertawa dan berkata: Kamu sedang makan, Hasan. Pisaunya ada di sini, tergantung di dinding | ضَحِكَ الْفَتَى، وَقَالَ: أَنْتَ أَكُولٌ يَا حَسَنُ. السِّكْيِنُ هُنَا، مُعَلَّقَةٌ فِي الْجِدَارِ |
| Raja Ajib berteriak sambil membawa semangka: Dimana? dinding sebelah mana? | صَاحَ الْمَلِكُ عَجِيبٌ، وَهُوَ يَحْمِلُ بِطِّيخَةً: أَيْنَ؟ أَيُّ جِدَارٍ؟ |
| Anak laki-laki itu tertawa dan berkata: Dinding ini. Atasku, Hasan | ضَحِكَ الْفَتَى، وَقَالَ: هَذَا الْجِدَارُ. فَوْقِيَ يَا حَسَنُ |
| Raja melompati tempat tidur anak laki-laki itu, dan mengulurkan tangan untuk menarik pisaunya | قَفَزَ الْمَلِكُ فَوْقَ سَرِيرِ الْفَتَى، وَمَدَّ يَدَهُ كَيْ يَسْحَبَ السِّكِينَ |
| Ketika dia mengambilnya, kakinya terpeleset, dan semangka jatuh ke tanah | وَعِنْدَمَا أَخَذَهَا، اِنْزَلَقَتْ قَدَمَهُ، وَسَقَطَتِ الْبِطِّيخَةُ عَلَى الْأَرْضِ |
| Raja jatuh di atas anak laki-laki dengan pisau di tangannya | وَسَقَطَ الْمَلِكُ فَوْقَ الْفَتَى وَالسِّكْيِنُ فِي يَدِهِ |
| Pisau tersebut menembus jantung anak laki-laki itu; sehingga dia mati dengan cepat | طَعَنَتِ السِّكْيِنُ قَلْبَ الْفَتَى؛ فَمَاتَ بِسُرْعَةً |
| Raja Ajib berteriak sambil menatap wajah dan dada anak laki-laki itu | صَاحَ الْمَلِكُ عَجِيبٌ، وَهُوَ يَنْظُرُ إِلَى وَجْهِ الْفَتَى وَصَدْرِهِ |
Kolom ini dikelola oleh Santri program Bahasa Arab Modern Al-Khhoirot (BAMA). Sebuah lembaga yang berada di bawah Pondok Pesantren Al-Khoirot