ArtikelPendidikan

Perkembangan dan Kemajuan Intelektual Islam di Spanyol

Spanyol adalah suatu negara yang telah ditaklukan Islam, negara ini termasuk negara yang subur akan penghasilan ekonominya yang cukup tinggi. Setelah islam masuk di Spanyol, negeri ini banyak mengalami peradaban yang cukup pesat baik dari segi kebudayaan dan pendidikan Islam

Selain itu kesuburan negeri Spanyol banyak menghasilkan pemikir. Masyarakat Spanyol Islam merupakan masyarakat majemuk yang terdiri dari : komunitas-komunitas Arab, Al-Muwalladun (orang-orang Spanyol yang masuk Islam), Barbar ( umat Islam yang berasal dari Afrika utara), Al- Shaqalibah (tentara bayaran yang dijual Jerman kepada penguasa Islam), Yahudi, Kristen muzareb yang berbudaya arab, Kristen yang masih menentang kehadiran Islam dari itu semua terkecuali Kristen yang masih menentang kehadiran Islam, memberikan saham intelektual terhadap terbentuknya budaya Andalusia yang melahirkan kebangkitan ilmiah, sastra, dan pembangunan fisik di Andalusia.[1]

Islam Berkuasa di Spanyol selama 7 abad lamanya, dan melahirkaan cendekiawan yang cukup berpenggaruh di Eropa, Andalusia berasal dari kata Andalusy yang merupakan penyebutan Bahasa Arab untuk bangsa vandal yang mendiami Spanyol.[2]

Kekuasaan di Spanyol didirikan oleh Abd al-Rahman al-Dakhil, salah satu keturunan khalifah bani Umayyah yang berhasil mencapai Spanyol karena serangan Abu al-Abbas al-Saffah. Sebelum kedatangan Abd al-Rahman al-Dakhil, wilayah Islam Spanyol dipimpin oleh para amir yang ditunjuk oleh khalifah bani Umayyah di Damaskus. Spanyol awal kali ditaklukan pada tahun 711 M oleh Thariq ibnu Ziyad.[3]

Latar Belakang Perkembangan dan Kemajuan Intelektual Islam di Spanyol

Perkembangan dan kemajuan inteletual di Spanyol ini tidak pisah dari perjuangan pemerintah Spanyol dalam hal ini ada dua faktor yang mempengaruhinya diantaranya ialah faktor eksternal dan fator internal.

Faktor eksternal

Yang dimaksud faktor eksternal yaitu suatu kondisi yang terdapat di Spanyol itu sendiri. pada saat menaklukan Spanyol oleh orang-orang Islam, kondisi politik, ekonomi negara berada dalam keadaan meyedihkan, secara politik wilayah Spanyol terkoyak-koyak dan terbagi-bagi selain itu penguasa gothic bersikap tidak toleran terhadap aliran penganut agama lain, Yahudi. Penganut agam Yahudi yang merupakan mayoritas penduduk Spanyol dipaksa dibaptis, yang tidak bersedia disiksa dan dibunuh secara brutal dalam hal ini rakyat menjadi tertindas. Di dalam situasi seperti ini kaum yang tertindas menaati kedatangan juru pembebas yakni orang Islam. Perpecahan ini membantu keberhasilan campur tangan Islam.[4]

Setelah Spanyol berada di bawah kekuasaan kerajaan Goth, perekonomian lumpuh dan kesehjateraan masyarakat menurun. Awal kehancuran kerajaan Goth adalah ketika Rodercik memindahkan ibu kota negaranya di Servila ke Toledo, sementara Witiza, yang saaat itu menjadi penguasa Toledo, diberhentikan begitu saja. Keadaan ini memancing amarah dari Oppas dan Achila, Kaka dan anak Witiza. Keduanya kemudian bangkit dan menghimpun kekuatan untuk menjatuhkan Rodercik. Mereka pergi ke Afrika utara dan bergabung dengan kaum muslimin. Selain itu pula terjadi konflik antara Rodercik dan ratu Julian, kemudian Julian bergabung dengan umat muslim untuk menguasai Spanyol, hal ini menguntungkan umat Islam bahwa tentara Rodercik yang terdiri dari budak dan kaum yang tertindas tidak mempunyai semangat perang. Hal ini menjadi aliansi kuat untuk menjatuhkan raja Rodercik.[5]

Faktor Internal

Faktrol internal adalah kondisi umat Islam meliputi penguasa, tokoh-tokoh pejuang dan prajurit Islam yang ikut andil dalam penaklukan Spanyol merupakan orang-orang pilihan. Para pemimpin adalah tokoh-tokoh yang kuat, pejuang dan prajurit kuat, bersatu dan tabah dalam menghadapi tantangan karena termotivasi jihad dijalan Allah.[6]

Dalam hal ini bisa kita lihat bahwa perjuangan, kekompakan serta kesabaran dalam menghadapi tantangan sehingga dengan itu semua mereka dapat menaklukan negeri Spanyol dari penguasa yang tidak toleran kepada rakyatnya.

Proses Perkembangan dan Kemajuan Intelektual Islam di Spanyol

Kemajuan intelektual dispanyol tidak lepas dari perjuangan penguasa yang kuat dan berwibawa, sehingga mampu mempersatukan kekuatan-kekuatan islam yang kuat, seperti Abd al-Rahman Al-Dakhil, Abd Rahman al-Wasith dan Abd Rahman al-Nasir. Selain itu para penguasa atau petinggi islam bersikap toleransi terhadap penganut yahudi dan Kristen dengan seperti itu membuat mereka ikut andil dalam mewujudkan kemajuan Islam di Spanyol.

Perkembangan peradaban Islam di Spanyol

Sejak pertama kali Islam menguasai Spanyol sampai jatuhnya kerajaan Islam terakhir, islam mengalami peranan yang sangat besar, mulai dari kemajuan intelektual, kebudayaan seperti bangunan fisik arsitektur yang berdiri megah sampai saat ini. Dalam perkembangan Islam di Spanyol di bagi enam priode diantaranya ialah sebagai berikut:

Periode pertama (711-755 M)

Pada priode ini, spanyoll berada dibawah pemerintahan para wali yang diangkat oleh khalifah bani Umayyah yang berpusat di Damaskus, pada priode ini stabilitas politik belum terpacai secara sempurna, terdapat ganguan baik dari dalam maupun luar, adapun gangguan dari dalam yaitu terdapat perselesihan elit penguasa, yang diakibatkan oleh perbedaan etnis dan golongan sedangkan gangguan dari luar terdapat musuh yang tidak mau tunduk pada pemeritah Islam. sehingga seringkali terjadinya konflik internal dan berperang menghadpi musuh dari luar.[7]

Periode Kedua (755-912 M)

Pada priode ini Spanyol berada dibawah pimpinan yang bergelar amir  (panglima atau gubernur) akan tetapi tidak tunduk pada pusat pemerintahan Islam yang pada waktu itu dipegang oleh dinasti Abbasiyyah di Bagdad. Amir pertama adalah Abd ar-Rahman 1 yang diberi gelar ad-Dakhil 755 M ( yang masuk ke Spanyol) pada priode ini, umat Islam mulai memperoleh kemajuan-kemajuan dalam bidang politik dan peradaban. Abd ar-Rahman ad-Dakhil mendirikan masjid Cordova dan sekolah-sekolah dikota-kota besar Spanyol. Selain itu pada priode ini pemikiran filsafat sudah masuk.[8]

Priode Ketiga (912-1013)

Pada priode ini berlangsung mulai dari pemerintahan ‘abd ar-Rahman III yang bergelar “An-Nasir”. Pada priode umat islam di Spanyol mencapai puncak kemajuan dan kejayaan menyaingi daulah Abbasiyyah di Bagdad. ‘Abd Al-Rahman Mendirikan universitas Cordova, dan pada masa ini masyarakat dapat menikmati kesehjateraan dan kemakmuran yang tinggi.[9]

Priode Keempat (1013-1086)

Pada Priode ini Spanyol terpecah-pecah menjadi beberpa negara kecil yang berpusat di kota-kota tertentu. Bahkan pada priode ini Spanyol menjadi 30 negara kecil di bawah pemerintahan raja-raja golongan atau al- Mulukut Tawaif  yang berpusat dikota Servila, Cordoba, Caselo dan lain sebagainya.

Priode Kelima (1086-1248)

Pada priode ini, meskipun islam terpecah dalam bebeapa negara, akan tetapi terdapat satu kekuatan yang dominan, yaitu kekuasaan Dinasti Murabithun (1086-1123 M) Dan disanti Muwahidun (1146- 1235 M). gerakan ini didirikan oleh Yusuf Ibnu Tsyfin di afrika utara pada tahun 1143 M, kekuasaan dinasti ini berakhir dan digantikan oleh dinasti muwahidun. [10]

Priode Keenam (1232-1492)

Pada priode ini, islam hanya berkuasa di Granada dibawah Disanti ahmar (1232-1492). Peradaaban kembali mengalami kemajuan seperti di zaman abdurahman an-Nasir. Akan tetapi secara politik dinasti ini hanya berkuasa diwilayah yang kecil kekuasaan islam yang merupakan pertahanan yang terkhir dispanyol ini berkhir karena perselisihan orang-orang istana dalam memperebutkan kekuasaan.

Kemajuan Intelektual

Spanyol merupakan sebuah negara yang subur. Dari kesuburan ini kemudian menjadikan sumber penghasilan ekonomi, dan melahirkan sejumlah pemikir. Masyarakat spanyol merupakan masyarakat majemuk yang terdiri dari : komunitas-komunitas Arab, Al-Muwalladun (orang-orang spanyol yang masuk islam), Barbar ( umat islam yang berasal dari afrika utara), Al- Shaqalibah (tentara bayaran yang dijual jerman kepada penguasa islam), Yahudi, Kristen muzareb yang berbudaya arab dan Kristen yang menentang Islam.

dari itu semua terkecuali Kristen yang masih menentang kehadiran islam, memberiksn saham intelektual terhadap terbentuknya budaya Andalusia yang melahirkan kebangkitan ilmiah, sastra, dan pembangunan fisik Di Andalusia.

Filsafat

Kejayaan Islam di Spanyol telah menghasilkan  kebudayaan dan peradaban yang sangat berlian  sepanjang sejarah islam. minat terhadap filsafat dan ilmu pengetahuan mulai dikembangkan pada abad ke-9 M. berkembangnya islam di Spanyol menjadi awal lahirnya para filosof di kemudian hari, seperti Abu Bakar Muhamad ibn- Al-Sayigh atau dikenal dengan ibnu Bajjah. Selain itu abu Bakar ibn Tufail, ia banyak menulistentang kedokteran, Astronomi, dan filsafat karya yang terkenal ialah Hay ibn Yaqzan. Tokoh terbesar adalah ibn Rusdy ia mempunyai keahlian dalam menafsirkan karya-karya Aristoteles, dan ia juga ahli dalam bidang fiqh salah satu karyanya yang terkenal ialah Bidayah al-Mujtahid.[11]

Sains

Ilmu sains yang berkembang pada saat itu sangat banyak, diantaranya ilmu kedokteran, Farmasi, Kimia, Fisika , pertanian, dan lain-lain. Ilmuan yang terkenal dalam bidang  kimia dan astronomi ialah abbas ibnu Farnas, ia adalah orang pertama yang menemukan pembuatan kaca dari batu. Ilmuan yan terkenal dalam bidang botani dan farmasi dispanyol bahkan di seluruh dunia islam ialah Abdullah ibn Muhammad Al-baytar Diantara karanya ialah Al- Mugni fi al-Adwiyah al-Mufradah tentang pengobatan dan al-jami’ fi al-adwiyah al-Mufradah yang merupakan catatan mengenai  obat-obatan dari bintang, sayuran dan mineral.

Fiqih

Dalam bidang ini, islam di Spanyol dikenal sebagai penganut madzab Maliki, sesorang yang memperkenalkan madzab ini ialah Ziad ibn Abdurahman. Perkembangan selanjutnya ditentukan oleh Ibn Yahya yang menjadi Qadi pada masa Hisyam Ibn Abdurahman. Ahli-ahli fiqh lainya di antaranya ialah abu bakar ibn al-Quthiyah, Munzir ibn Sa’id al-Baluthi dan ibn Hazm yang terkenal.[12]

Bahasa Sastra dan Musik

Banyak para ahli dan mahir dalam Bahasa arab dispanyol, tokoh-tokoh Bahasa diantaranya ialah ibn Sayyidi, Ibn Malik yang mengarang Alfiyah, ibn huruf, ibn al-Hajj, Abu al-Hasan ibn ‘Usfur, dan Abu Hayyan al-Gharnati. Di bidang sastra terkenal nama Ibn Abd Rabbih dengan karyanya al Iqd al-Farid, ibn Bassam dengan karyanya al-Dhakhira fi Mahasin ahl al-jazira, dan al-fath ibn Khaqan dengan karyanya Kitab Al-Qalaid.

Dalam bidang musik dan kesenian, berdirinya sekolah musik di Cordova oleh Al-Hasan  ibn Nafi seorang artis dan pencipta lagu di zamanya[13].

Dampak Dari Perkembangan Dan Kemajuan Intelektual Islam Di Spanyol

Negara Spanyol merupakan negara terpenting untuk menyerap peradaban Islam. ketika negeri ini berada di bawah kekuasaan Dinasti Umayah, ia menggalami perkembangan pesat dalam segi ilmu pengetahuanya. Dari Spanyol pemikiran ilmiah dan pemikiran filsafat Islam ditransmisikan ke Eropa. Dengan penaklukan Toledo (1085) dan Sarogosa (1118), kultur islam menjadi sangat berpengaruh dalam pola kehidupan umat Kristen. Para bangsawan dan dewan gereja Eropa membangun rumah-rumah mereka dengan meniru motif-motif kultur islam Hispanik untuk keilmuan mereka. Dan mereka memakai pakaian dengan tradisi arab selain itu sejumlah perpustakaan muslim banyak diterjemahkan kedalam Bahasa latin.

Salah satu tokoh yang berpengaruh terhadap perkembangan pemikiran islam ialah Ibn Rusdy atau dikenal dengan Averroes oleh orang Eropa, sehingga muncul gerakan Averroisme yang menuntut kebebasan berpikir menentang pemikiran gereja yang dogmatis.[14]

Berawal dari gerakan Aveorrisme ini, kemudian lahirlah reformasi pada abad ke 16 M. dan juga pada abad XVII M, pengaruh peradaban islam, termasuk di dalamnya pemikiran Ibn Rusdy , hal ini berawal dari pemuda-pemuda Kristen yang belajar di universitas-universitas islam di Spanyol , Seperti Universitas Cordova, Seville dan sebagainya selama mereka belajar di sana mereka banyak menterjemahkan buku-buku karya ilmuan islam.

setelah mereka pulang ke negerinya, mereka mendirikan sekolah dan universitas yang sama. Seperti universitas Paris yang didirikan tahun 1231 M. tiga puluh tahun setelah wafatnya Ibn Rusdy yaitu pada pertengahan Eropa, Baru berdiri 18 universitas, dan mereka mengajarkan ilmu yang mereka peroleh dari universitas- universitas Islam seperti ilmu kedokteran, ilmu filsafat dan ilmu yang lain.[15]

Kesimpulan

Terdapat dua faktor yang melatar belakangi perkembangan dan kemajuan intelektual yakni faktor internal dan eksternal, Faktor internal adalah kondisi umat islam meliputi penguasa, tokoh-tokoh pejuang dan prajurit islam yang ikut andil dalam penaklukan spanyol yang merupakan orang-orang pilihan. Adapun dari faktor eksternal yaitu suatu kondisi yang terdapat di Spanyol itu sendiri. Dan juga menguntungkan umat Islam bahwa tentara rodercik yang terdiri dari budak dan kaum yang tertindas tidak mempunyai semangat perang.hal ini menjadi aliansi kuat untuk menjatuhkan raja Rodercik.

Spanyol merupakan sebuah negara yang subur. Dari kesuburan ini kemudian menjadikan sumber penghasilan ekonomi, dan melahirkan sejumlah pemikir. Masyarakat spanyol merupakan masyarakat majemuk yang terdiri dari : komunitas-komunitas Arab, Al-Muwalladun (orang-orang spanyol yang masuk islam), Barbar ( umat islam yang berasal dari Afrika utara), Al- Shaqalibah (tentara bayaran yang dijual Jerman kepada penguasa Islam), Yahudi, Kristen muzareb yang berbudaya arab dan Kristen yang menentang islam.

dari itu semua terkecuali Kristen yang masih menentang kehadiran islam, memberiksn saham intelektual terhadap terbentuknya budaya Andalusia yang melahirkan kebangkitan ilmiah, sastra, dan pembangunan fisik Di Andalusia.

Berawal dari gerakan Aveorrisme ini, kemudian lahirlah reformasi pada abad ke 16 M. dan juga pada abad XVII M, pengaruh peradaban islam, termasuk di dalamnya pemikiran Ibn Rusdy , hal ini berawal dari pemuda-pemuda Kristen yang belajar di universitas-universitas islam di Spanyol , Seperti Universitas Cordova, Seville dan sebagainya selama mereka belajar di sana mereka banyak menterjemahkan buku-buku karya ilmuan islam.

Baca Juga : Kurikulum Merdeka Sebuah Inovasi Pendidikan Bagi Indonesia Dalam Mewujudkan Sumber Daya Manusia Yang Berkualitas


[1] Siti Zubaidah,Sejarah Peradaban Islam, (Medan: PERDANA PUBLISHING, 2016). Hlm 120

[2] Listiawati susanti,Mengupas Kejayaan Islam Spanyol Dan Kontribusinya Terhadap Eropa. Jurnal RISALAH, Vol. 27, No,2. 2016 Hlm 58

[3] Ibid.

[4] Siti Zubaidah,Sejarah Peradaban Islam. (Medan: PERDANA PUBLISHING,2016). Hlm 118-119

[5] Anwar Sewang,Sejarah Peradaban Islam. Sekolah Tinggi agama Islam negri sulawesi selatan 2017. Hlm 182-183

[6] Syamrudin Nasution,Sejarah Peradaban Islam. (Riau: Yayasan Pusaka Riau,2013). Hlm 145

[7] Anwar Sewang,Sejarah Peradaban Islam. Sekolah Tinggi agama Islam negri sulawesi selatan 2017. Hlm 185

[8] Ibid hal 3

[9] Nur Dina Fauziyah.Peradaban Islam Di Andalusia.Jurnal syariah dan hokum islam,Vol.1,No1.Maret 2016.hlm 84

[10] Anwar Sewang,Sejarah Peradaban Islam. Sekolah Tinggi agama Islam negri sulawesi selatan 2017. Hlm 189

[11] Dedi Sahputra Napitupulu, Romantika Sejarah Kejayaan Islam Di spanyol.Jurnal pendidikan, Sejaarah, dan Ilmu-ilmu social. Vol.3.No1.2019.Hlm 12

[12] Siti Zubaidah,Sejarah Peradaban Islam. (Medan: PERDANA PUBLISHING,2016).  Hlm 122

[13] Nur Diana Fauziyah, Peradaban Islam Di Andalusia.Jurnal Syariah dan Hukum Islam.Vol.1,No.1,2016. Hlm 86

[14]Anwar Sewang,Sejarah Peradaban Islam. Sekolah Tinggi agama Islam negri sulawesi selatan, 2017. Hlm 197

[15] Ubadah, Peradaban Islam Di Spanyol Dan Pengaruhnya Terhadap Peradaban Barat.Jurnal hunafa Vol.5,No.2,agustus 2008.Hlm 161

+ posts

Nyantri di Al-Khoirot sejak 2014 asal Punggur, Lampung tengah, Lampung. Penjaga Toko Konter sekaligus menjadi mahasiswa Magister UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Avatar

Nur Khozin Muhlis

Nyantri di Al-Khoirot sejak 2014 asal Punggur, Lampung tengah, Lampung. Penjaga Toko Konter sekaligus menjadi mahasiswa Magister UIN Maulana Malik Ibrahim Malang