ArtikelUmum

Pentingnya Mencintai Diri Sendiri, Bukan Narsis!

Pentingnya Mencintai Diri Sendiri, Bukan Narsis!

Mengungkapkan rasa cinta dan kasih sayang gak hanya diberikan untuk orang lain, namun juga untuk diri sendiri.

Ini gak kalah pentingnya, karena bisa memengaruhi kesehatan mental seseorang serta mengurangi pikiran negatif dalam diri.

Mencintai diri sendiri sangat berbeda dengan narsis, yang bisa diterjemahkan sebagai obsesi diri. Narsis membuatmu menjadi pribadi yang egois dan menyia-nyiakan diri sendiri.

Mengenal self-love

Seperti namanya, self-love merupakan istilah psikologi tentang bagaimana seseorang mampu mengapresiasi dan mencintai diri sendiri.

Ketika mampu menerapkan self-love, maka kamu lebih bisa menghargai diri sendiri.

Kamu gak membutuhkan penegasan dan validasi dari orang lain bahwa kamu itu baik, pintar, atau menarik. Ini membuatmu memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi.

Dalam proses untuk mencintai diri sendiri, berusahalah untuk menempatkan dirimu sebagai prioritas dan gak mengorbankan diri untuk menyenangkan orang lain.

Dengan self-love, maka bisa menghindarkanmu untuk jadi seorang people pleaser.

Tahap-tahap dalam self-love

Dilansir Psychology Today, ada 4 tahapan dalam menerapkan self-love. Keempat aspek ini saling berkaitan.

Jika salah satunya belum terpenuhi, berarti kamu belum sepenuhnya mencintai diri sendiri.

1. Self-awareness

Langkah pertama dalam mencintai diri sendiri, adalah memiliki kesadaran diri.

Ini berpengaruh dalam menyadari proses berpikir, yaitu mengenai pikiran, bagaimana pikiran itu memengaruhi emosi, dan bagaimana kamu bertindak.

2. Self-worth

Kemudian, kamu juga perlu untuk yakin pada diri sendiri. Karena kalau bukan kamu, siapa lagi?

Self-worth adalah ketika seseorang sadar bahwa dirinya berharga, tanpa perlu memenuhi kriteria orang lain maupun validasi orang lain untuk merasa berharga.

3. Self-esteem

Setelah mampu memiliki self-worth yang baik alias yakin pada diri sendiri, self-esteem seseorang akan muncul dan meningkat.

Self-esteem berarti seseorang sudah merasa puas dan nyaman dengan diri sendiri dan berbagai hal yang dimilikinya. Gak perlu melirik kondisi orang lain.

4. Self-care

Dalam perjalananmu mencintai diri sendiri, langkah terakhir yang perlu dilakukan adalah self-care, yaitu ketika seseorang mampu menjaga kesehatan diri, baik fisik dan juga mental dirinya.

Seseorang bisa melakukan banyak hal yang disukai demi menjaga kewarasan diri.

Mulai dari menonton film, membaca buku, liburan, mendengarkan musik, hingga menghabiskan waktu bersama orang-orang tersayang.

Bagaimana cara mencintai diri sendiri?

1. Cobalah untuk berhenti membandingkan diri

Ingatlah bahwa perjalanan hidup seseorang berbeda-beda, garis start-nya juga berbeda, jadi jangan mengharapkan hasil yang sama dengan orang lain.

Fokus dengan apa yang kamu miliki saat ini. Gak ada manusia yang sempurna, membandingkan diri dengan orang lain gak akan ada habisnya!

2. Jauhi orang-orang yang toxic

Tanpa disadari bahwa lingkungan juga memengaruhi pikiran. Jika kamu kerap berinteraksi dengan orang-orang toxic, maka kamu bisa terbawa oleh mereka.

Apalagi jika mereka kerap membuatmu gak berkembang dan gak percaya diri.

Usahakan untuk memilih teman yang bisa memberimu manfaat, dan kamu juga bisa bermanfaat bagi sesama.

3. Jangan dengarkan omongan buruk dari orang lain

Sayangi diri dengan tidak mengkhawatirkan omongan buruk orang lain. Karena pasti akan ada saja orang yang berkomentar tentangmu. Ambil yang positif saja, buang yang buruk.

Jangan anggap remeh self-love, karena kamu juga layak untuk dicintai dan disayangi. Cobalah untuk cintai diri sendiri dulu sebelum mencintai orang lain.

Sudahkah kamu menyayangi, serta menerima kelemahan dan kekurangan diri sendiri?

Baca juga : Seni Menghargai

+ posts

Asal Jateng, CEO di Multimedia Al-Khoirot. Pecinta Gunung, wonge ganteng banyak candanya sedikit seriusnya.

Avatar

Minhad Ali Yahya

Asal Jateng, CEO di Multimedia Al-Khoirot. Pecinta Gunung, wonge ganteng banyak candanya sedikit seriusnya.