تَاجِرُ بَغْدَادَ (10)
تَاجِرُ بَغْدَادَ (10)
M. Akmalul Huda
| Ali pergi ke gudang dan mengambil gentong, lalu kembali ke hotel | ذَهَبَ عَلِيٌّ إِلَى الْمَخْزَنِ وَأَخَذَ الْجَرَّةَ، ثُمَّ عَادَ إِلَى الْفُنْدُقِ |
| Ali mengunci pintu kamar hotelnya, lalu membuka gentong. Ali tidak menemukan uangnya | أَغْلَقَ عَلِيٌّ بَابَ غُرْفَتِهِ فِي الْفُنْدُقِ، ثُمَّ فَتَحَ الْجَرَّةَ. لَمْ يَجِدْ عَلِيٌّ نُقُودَهُ |
| Ali membolak-balik gentong tersebut, tetapi tidak menemukan satu dinar pun | قَلَّبَ عَلِيٌّ الْجَرَّةَ، لَكِنَّهُ لَمْ يَجِدْ أَيَّ دِينَارٍ |
| Ali marah dan sedih; karena temannya mengkhianatinya | غَضِبَ عَلِيٌّ وَحَزِنَ؛ لِأَنَّ صَدِيقَهُ خَانَهُ |
| Ali berkata pada dirinya sendiri: Saya pikir dia orang yang jujur, tetapi dia seorang pencuri pengkhianat | قَالَ عَلِيٌّ لِنَفْسِهِ: كُنْتُ أَظُنُّ أَنَّهُ رَجُلٌ أَمِينٌ، لَكِنَّهُ لِصٌّ خَائِنٌ |
| Di mana uang yang saya tinggalkan sebelum aku pergi? Di mana dia? Apa yang dilakukan pencuri itu padanya? | أَيْنَ مَالِي الَّذِي بَقِيتُ أَجْمَعُهُ قَبْلَ أَنْ أُسَافِرَ؟ أَيْنَ هُوَ؟ مَاذَا فَعلَ بِهِ ذَلِكَ اللِّصُّ؟ |
| *** | |
| Ali meninggalkan hotel dan pergi ke rumah Hasan | خَرَجَ عَلِيٌّ مِنَ الْفُنْدُقِ، وَذَهَبَ إِلَى بَيْتِ حَسَنٍ |
| Ali mengetuk pintu dengan keras dan berteriak: Hasan! Di mana kamu? | طَرَقَ عَلِيٌّ الْبَابَ بِقُوَّةٍ، وَصَاحَ: يَا حَسَنُ! أَيْنَ أَنْتَ؟ |
| Hasan berjalan keluar sambil tersenyum. Hasan bertanya kepada Ali: Ada apa, Ali? Apakah ada masalah? | خَرَجَ حَسَنٌ، وَهُوَ يَبْتَسِمُ. سَأَلَ حَسَنٌ عَلِيًّا: مَا الْأَمْرُ يَا عَلِيُّ؟ هَلْ هُنَالِكَ مُشْكِلَةٌ؟ |
| Ali menjawab: Ya, saya mengambil gentong dari gudangmu dan membukanya | أَجَابَ عَلِيٌّ: نَعَمْ، لَقَدْ أَخَذْتُ الْجَرَّةَ مِنْ مَخْزَنِكَ، وَفَتَحْتُهَا |
| Aku tidak hanya mengisi gentong tersebut dengan buah zaitun, tetapi dengan seribu dinar emas, lalu aku menaruh buah zaitun di atasnya | أَنَا لَمْ أَمْلَأِ الْجَرَّةِ بِالزَّيْتُونِ، بَلْ بِأَلْفِ دِينَارٍ ذَهَبِيٍّ، ثُمَّ وَضَعْتُ الزَّيْتُونَ فَوْقَهَا |
| Tetapi gentong tersebut hanya dipenuhi dengan buah zaitun, dan aku tidak menemukan satu dinar pun | لَكِنَّ الْجَرَّةَ مَلِيئَةٌ بِالزَّيْتُونِ، وَلَمْ أَجِدْ دِينَارًا وَاحِدًا |
Baca juga : تَاجِرُ بَغْدَادَ (11)
Kolom ini dikelola oleh Santri program Bahasa Arab Modern Al-Khhoirot (BAMA). Sebuah lembaga yang berada di bawah Pondok Pesantren Al-Khoirot