Artikel

Mencari Ketentraman dan Ketenangan dalam Sabar

Mencari Ketentraman dan Ketenangan dalam Sabar

Sabar adalah salah satu sifat terpuji yang harus ditanamkan dalam hati dan kehidupan kita, setiap manusia pasti memiliki perjalanan hidup yang berbeda. Dari sekian banyaknya cobaan serta ujian maka disanalah sifat sabar perlu diamalkan. Banyak penjelasan tentang sifat sabar,diantaranya sabar yang umum difahami adalah menahan dari amarah atau emosi yang telah menguasai jiwa. Tidak hanya itu sabar secara etimologi berasal dari tashrif kata صبر yang berarti sabar, tabah hati dan berani. Menurut Ibnu al-Qayyim al-Jauziyyah menjelaskan bahwa sabar adalah menahan hati untuk tidak berkeluh kesah, menahan lisan untuk tidak meratap. Quraish shihab juga memberikan penjelasan dalam Tafsir Al-Mishbah,bahwa sabar adalah menahan diri dari sesuatu yang tidak diinginkan oleh hati. Imam ghozali juga mendefinisikan mengneai sifat sabar, yakni tekad hati untuk memenuhi tuntutan agama sebelum panggilan hawa nafsu. Dari beberapa definisi dapat difahami bahwa sabar adalah menahan diri dari amarah, hawa nafsu, serta apapun hal yang tidak disukai.

Telah diuraiankan juga macam-macam sabar oleh Syekh Yusuf Qardhawi dalam kitabnya Ash-Shabru wal Ilmu fil-Qur’an Al-Kariem. Diantarnya adalah:

  1. Sabar ketika menghadapi cobaan hidup.

Setiap manusia hakikatnya akan selalu mengalami ujian serta cobaan dalam hidupnya,maka dari itu janganlah kita berhenti untuk belajar sabar serta menerima dengan penuh ketabahan. Karena setiap cobaan maupun ujian yang telah menimpa kita,sudah pasti kita akan bisa melewatinya. Sudah jelas dikalamkan oleh Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 286 yang berbunyi :

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”

Salah satu cara agar kita mendapatkan ketenangan serta ketentraman dalam segala cobaan hidup adalah bersabar,serta yakinlah bahwa semuanya akan berjalan baik-baik saja. Tak luput dari doa yang harus selalu dipanjatkan serta ikhtiar yang kuat juga.

  1. Sabar menahan datangnya hawa nafsu.

Sabar ini yang harus sering kita latih, bagaimana caranya melawan sesuatu yang ada dalam diri kita sendiri.

  1. Sabar dalam menjalani ketaatan kepada Allah SWT.

Sabar disisi ini juga sangat penting dilakukan, seperti ketika kita malas melakukan ibadah maka kita harus bisa melawan rasa itu.

  1. Sabar dalam berdakwah.

Seperti yang telah Nabi Muhammad alami ketika beliau berdakwah di Thaif beliau tetap sabar meski semua orang menolak seruan tauhidnya,dan bahkan orang-orang Thoif melempari Nabi Muhammad SAW dengan batu, tidak hanya itu Nabi Muhmmad SAW juga mendapatkan hinaan.

  1. Sabar dalam berperang.

Nabi Muhammad SAW selalu sabar dalam segala hal bahkan peperanganpun juga, semua peperangan yang terjadi bukan bentuk dari keinginan beliau namun terdapat beberapa alasan yang memang mengharuskan beliau untuk turun dalam peperangan.

  1. Sabar dalam pergaulan.

Selalu sabar dengan beberapa hal sekiranya bisa menjerumuskan kita terhadap suatu yang buruk,karena pergaulanlah yang sering kali membawa kita dalam hal yang buruk jika kita tidak bisa sabar akan hal itu. Dalam hal ini sabar memiliki arti bertahan dalam menjaga prinsip serta kebenaran yang telah berdasar dengan Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Dari sabar seseorang akan bisa mendapatkan ketentraman serta ketenangan hati,semua akan baik-baik saja sesuai kehendak Allah SWT. Tentram disini kita akan selalu merasa damai dengan apapun yang telah menimpa hidup kita baik hal itu menyenangkan ataupun menyedihkan. Serta ketenangan pastinya juga akan kita dapat,karena kita sudah yakin dengan firman Allah SWT bahwa semua ujian atau cobaan yang menimpa kita pasti sudah sesuai dengan kadar kemampuan kita. Maka dari itu jangan pernah merasa bahwa seolah-olah hidup kitalah yang paling sengsara, berfikirlah bahwa ada yang lebih dari pada kita,agar dari pemikiran itu akan tumbuh benih-benih sabar serta rasa syukur kita terhadap segala pemberian Allah SWT. Seperti Maqolah yang pernah disampaikan oleh Ny.Hj.Lutfiyah syuhud, beliau berkata “Jangan memperkecil pemberian Allah SWT dengan minimnya rasa syukur kita”.

Baca juga : Tabligh Akbar Bersama Hubabah Ummu Salim bin Hafidz

 

 

Avatar

Ita Nur Aini

Alumni pondok pesantren Al-Khoirot putri, mahasiswi aktif di Universitas Al-Qolam Malang.