Keislaman

Larangan Mendiamkan Orang Lain Melebihi 3 Hari

Pada kehidupan dimasyarakat tidak luput dengan adanya masalah baik disengaja ataupun tidak disegaja. Kita sebagai sesama orang Islam tidak boleh mendiamkan orang lain melebihi 3 hari, harus diusahakan hidup damai dan tentram
Bagaimana pandangan islam tentang mediamkan orang lain karena ada masalah yang sampai melebihi 3 hari?

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لاَ يَحِلُّ لِلْمُؤْمِنِ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ

Dari Abdullah bin Umar, bahwasanya Rasulullah saw bersabda : Tidak halal bagi seorang mukmin mendiamkan saudaranya melebihi dari tiga hari.(H. R. Muslim no. 6699)

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ، يَلْتَقِيَانِ فَيُعْرِضُ هَذَا وَيُعْرِضُ هَذَا، وَخَيْرُهُمَا الَّذِي يَبْدَأُ بِالسَّلَامِ))

Tidak halal seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga malam di mana keduanya bertemu lalu yang ini berpaling dan yang itu berpaling. Yang terbaik di antara keduanya ialah orang yang memulai mengucapkan salam (HR. Muslim, Hadits No. 2560).

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ، فَيُقَالُ: أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا.

Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan Lalu dikatakan, ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai

Maka dari itu alangkah baiknya kita sebagai umat Islam jikalau ada permasalahan dengan sesama orang islam maupun non Islam, kita lebih baik memulai lebih awal dengan megucapkan salam atau dengan kata-kata untuk berdamai, karena nabi sangat melarang kita berseteru atau bermusuhan dengan orang Islam maupun non Islam.

+ posts

Mahasiswa Universitas Raden Rahmad Malang dan Santri Madrasah Diniyah Al-Khoirot tingkat Tsanawiyah

Avatar

Fathur Rohman

Mahasiswa Universitas Raden Rahmad Malang dan Santri Madrasah Diniyah Al-Khoirot tingkat Tsanawiyah