ArtikelHikmah

Kemuliaan Bulan Sya’ban

Kemuliaan bulan Sya’ban

Dalam tradisi islam, bulan Sya’ban dikenal sebagai bulan yang mulia. Meski demikian, bulan ini tidak termasuk dalam kumpulan bulan-bulan haram atau mulia. Lantas mengapa orang-orang islam menganggap bulan ini mulia? Menurut Prof. Dr. Sayyid Muhammad dalam kitab Madza fi Sya’ban kemuliaan bulan Sya’ban disebabkan oleh peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi di bulan ini. Antara lain:

1. Perpindahan kiblat umat islam.

Dalam tafsir Mafatih al-Ghaib syekh Fakhruddin ar-Razi (https://tafsir.app/alrazi/2/144)  menjelaskan alasan perpindahan kiblat umat islam.

a. Kesamaan kiblat umat islam dengan umat yahudi.

Pada periode awal, ka’bah bukan lah kiblat umat islam. Menurut syaikh Abu Hatim al-Busti, selama 17 bulan 3 hari hari umat islam menghadap ke tempat yang sama dengan umat yahudi; baitul maqdis (madza fi Sya’ban, hlm. 10). Selama itu pula umat yahudi menghina umat islam karena kesamaan ini, “Sebelumnya Muhammad berbeda dengan kita, kemudian dia mengikuti kita. Andai kita (yahudi) tidak ada, pasti Muhammad bingung akan menghadap ke mana (arah kiblat)”, ucap orang yahudi. Seketika itu nabi muhammad tidak senang berkiblat ke baitul maqdis dan meminta kepada Allah agar kiblat umat islam dipindah ke ka’bah.

b. Ka’bah merupakan kiblat nabi Ibrahim, bapak para nabi.

c. Menurut nabi Muhammad, jika kiblat umat islam adalah ka’bah maka dapat memperoleh empati orang-orang Arab sehingga mereka mau menerima islam.

d. Keinginan nabi Muhammad agar kemuliaan ini (arah kiblat) berada di negara dan kota kelahiran beliau.

2. Penyerahan catatan amal

Di antara keistimewaan bulan Sya’ban adalah peristiwa penyerahan catatan amal manusia selam setahun. Seperti yang tercantum pada hadits riwayat usamah bin zaid:

  عن أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ، قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنَ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ. قَالَ: ذَاكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

“Aku berkata, Wahai Rasulullah, saya tidak pernah melihat engkau berpuasa di suatu bulan dari bulan-bulan yang ada sebagaimana engkau berpuasa di bulan Sya’ban”. Beliau menjawab, “Sya’ban adalah bulan yang dilupakan oleh manusia di antara Rajab dan Ramadhan. Di dalamnya amal-amal dilaporkan kepada Allah, Tuhan semesta alam. Dan aku ingin saat amalku dilaporkan, aku dalam kondisi berpuasa.”

3. Penentuan umur.

Maksud penentuan umur adalah ditampakkannya penentuan umur kepada malaikat. Pernyataan ini berasal dari hadits Sayyidah Aisyah RA

قلت:قلت يا رسول الله, أحب الشهور إليك أن تصومه شعبان؟ قال: “إن الله يكتب فيه على كل نفس ميتة تلك السنة, فأحب أن يأتيني أجلي و أنا صائم”. روه ابو يعلى وإسنده حسن.

Aisyah berkata, Aku bertanya: “wahai Rasulullah, apakah bulan yang engkau sukai adalah bulan Sya’ban? Beliau menjawab: “sesungguhanya Allah menulis (mentakdirkan) setiap jiwa yang akan mati pada tahun itu. Maka aku berharap saat ajalku datang, aku dalam kondisi berpuasa.” (hadits riwayat abu ya’la, termasuk hadits gharib dengan sanad hasan)

4. Turunnya ayat bershalawat kepada nabi.

Termasuk keistimewaan bulan Sya’ban adalah turunnya ayat:

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat kepada Nabi (Muhammad). Wahai orang-orang yang beriman!, Bersalawatlah kalian kepada Nabi (Muhammad) dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

Baca : 17 Fadhilah Membaca Shalawat

Avatar

Achmad Safikurrohman

Santri Al Khoirot, peserta progam Ma'had Ali Al-Khoirot

One thought on “Kemuliaan Bulan Sya’ban

  • Avatar Aslihatul fitriyyah

    🔥🔥

Komentar ditutup.