Artikel

Berjabat Tangan dengan Fatimah Az-Zahra binti Muhammad Rasulullah

Berjabat Tangan dengan Fatimah Az-Zahra binti Muhammad Rasulullah

Fatimah itulah namanya, ia adalah seorang putri bungsu tersayang Nabi Muahammad SAW. Wanita mulia itu deberi nama Fatimah karena Allah SWT berjanji akan menjaganya dan para orang yang mencintainya dari panasnya siksa api neraka pada hari kiamat kelak. Wanita cantik kelahiran 20 Jumadil akhir  tepatnya tahun  kelima sebelum bi’tsah itu memilki banyak sekali julukan yang menggambarkan kepribadiaannya diantaranya yang paling terkenal adalah Az-zahra yang berarti bunga, bercahaya, bergemilang dan mekar semerbak, karena akhlakul karimah yang selalu terpancar dalam dirinya, lemah lembut sikapnya dan selalu berseri-seri wajahnya sebagaimana ayahandanya.

Beliau juga dikenal dengan beberapa gelar yang lain diantaranya:

  1. As-Sidiqah (wanita terpercaya) karena lisannya yang tidak pernah berkata dusta
  2. Al-Mubarakah (wanita yang diberkahi) keberkahan atas kelahiran Sayyidah Fatimah karena pada nantinya keturunan Rasulullah akan lahir dari rahim beliau
  3. At-Tahirah (wanita suci) karena beliau oleh Allah SWT diberi keistimewaan berupa disucikan dari segala jenis serta kotoran seperti nifas dan haid
  4. Al-Batul karena beliau beribadah tak terputus baik dalam bentuk perkataan ataupun perbuatannya
  5. Ummu Abiha karena siifat kasih sayang serta kelemah lembutannya yang selalu beliau berikan pada ayahanda tercintanya
  6. Az-Zakiyah dikarenakan beliau memilki perangai yang senantiasa menyucikan dari perbuatan buruk dan segala bentuk maksiat
  7. Al-Mardhiyah karna beliau adalah hamba wanita yang diridhai Allah SWT

Diceritakan dalam kitab Dzakhair Al-‘Uqba’ bahwa pada saat kelahiran Sayyidah Fatimah r.a Maryam dan Ibu Hawa hadir disaat kelahiran beliau. Dalam sebuah hadis dikatakan jika Sayyidah Fatimah Lahir dalam keadaan bersujud.

Dalam sebuah riwayat dikatakan juga jika wanita yang dijuluki Az-Zahra itu adalah wanita terkemuka di antara semua wanita penghuni surga.

“Maliakat datang kepadaku untuk menyampaikan kabar gembira, bahwa Fatimah adalah wanita yang paling terkemuka diantara semua wanita penghuni surga, wanita yang paling terkemuka dikalangan umatku”. HR Shahih berasal dari Hudzaifah.

Bentuk fisik dan unggah ungguh yang senantiasa terpancar dari dalam diri Sayyidah Fatimah mirip dengan ayahandanya. Dalam kitab Al-Mustadrak dikatakan saat Anas bertanya kepada ibunya mengenai lahiriah Sayyidah Fatimah. Anas berkata “aku bertanya kepada ibuku tentang sifat lahiriah Fatimah r.a Ibuku menjawab, bahwa Fatimah penampilannya benar-benar mencerminkan Rasulullah SAW. Kulitnya putih kemerah-merahan, rambutnya hitam pekat dan panjang”.

Disisi lain terdapat sebuah riwayat juga dari dari ibunda Aisyah Istri Rasulullah SAW yang juga memperkuat keterangan dari Anas di atas, beliau mengatakan “aku belum pernah melihat seorang hamba Allah, yang baik sifat maupun caranya menyerupai Rasulullah SAW kecuali Fatimah”.

Gadis cantik yang dijuluki Al-Batul itu tidak hanya jelita wajahnya namun juga indah perangainya dan bersih hatinya, sifat sabar selalu menyandangnya, lemah lembut tutur katanya, tenang sikapnya, akhlaknya yang senantiasa berkilau,anggun orangnya, berpandangan jauh, memiliki pengetahuan yang luas dan yang paling utama adalah selalu menjaga teguh kesucian dirinya.

Bukan sesuatu yang mengherankan jika semua sifat mulia  tersebut terpancar dalam diri beliau. Karena ia dilahirkan dari nasab yang mulia serta dididik oleh orang paling mulia dan manusia yang bagus akhlaknya didunia. Ia hidup dilingkungan nubuwah yang suci. Dari  beliaulah nantinya akan lahir keturunan-keturunan Rasulullah hingga sampai sekarang.

Perempuan yang senantiasa menawan akhlaknya itu memilki keistimewaan tersendiri yang tidak pernah dimiilki oleh perempuan lain yakni Sayyidah Fatimmah tidak pernah haid dan nifas oleh karena itu beliau tidak pernah meninggalkan shalat serta ibadah yang lain.

Rasulullah benar-benar memberikan perhatian yang besar terhadap pendidikan putri tercintanya itu. Belliau tidak hanya mendidik Sayyidah Fatimah dalam bidang keagamaan seperti menghafal Al-qur’an, namun Sayyidah Fatimah juga dididik menjadi seorang putri yang kuat dalam menghadapi cobaan, cara hidup sederhana dan tahan dari berbagai tempaan hidup yang menerpanya. Yang  semua pendidikan itu masih terus melekat dalam diri beliau hingga mengarungi bahtera rumah tangga bersama Sayyidina Ali. Beliau tidak pernah memprotes kepada suaminya sekalipun meraka hidup dalam kederhanaan. Bahkan hingga sampai akhir hayatnya.

Oleh karena itu Nabi Muhammad  begitu sangat mencitainya. Terbukti setiap kali Nabi Muhhamd SAW pulang dari peperangan maka orang yang akan beliau temui pertama kali adalah Sayyidah Fatima Al-batul.

Tidak seperti kebanyakan wanita pada umumnya yang senang sekali mengoleksi baju hingga bertumpuk-tumpuk. Dalam kitab Hilyah Al-Auliya diterangkan  jika Sayyidah Fatimah tidak memiliki  pakaian yang pantas untuk beliau pakai ketika datang tamu. Oleh sebab itu Rasulullah menyerahkan jubahnya kepada beliau agar bisa dikenakan. Karna pendidikan yang ingin ayahandanya ajarkan pada gadis ayu yang penuh dengan kemuliaan itu adalah menjadikan Sayyidah Fatimah r.a sebagai wanita yang berkualitas dalam segi keimanan dan kepribadian, bukan dalam hal yang bersifat duniawi.

Beliau juga terbiasa melakukan pekerjaan rumah dengan tangannya sendiri, beliau menyapu, membersihkan rumah, mencuci, memasak serta mengurus putra-putrinya dengan kedua tangan beliau sendiri. Beliau tidak memilki pelayan yang bisa membantunya untuk menyelesaikan pekerjaan rumah. Maka memang sepatutnya wanita muslimah disepanjang zaman menjadikan beliau sebagai tauladan dalam berperilaku serta bersikap dalam kehidupan sehari-hari.

Itulah sekelumit tentang wanita mulia Sayyidah Fatimah r.a semoga kita semua bisa berjumpa dengan beliau serta bisa ditempatkan disurga berasama beliau dan Baginda Nabi Muhammad.

Mencari Ketentraman dan Ketenangan dalam Sabar

+ posts

Mahasiswa IAI Al-Qalam Malang, alumni pondok pesantren Al-Khoirot putri

Avatar

Vina Lailatul Masykuro

Mahasiswa IAI Al-Qalam Malang, alumni pondok pesantren Al-Khoirot putri