Artikel

Anak Kecil Adalah Sie Imitator Alami

Akhir bulan mei lalu, tepatnya tanggal 26 Mein 2023 viral seorang anak kecil berusia empat tahun yang terjun dari lantai 26 dengan alasan meniru film kartun Tom and Jerry.

Film Tom and Jerry adalah ikon film animasi yang diluncurkan sejak tahun 1940-an, film ini termasuk film kartun yang tidak tergantikan sejak mulai dari pertama kali ia diluncurkan. Dengan karakter kucing yang selalu ingin menangkap tikus dengan berbagai cara dan karakter tikus pintar juga cerdik yang selalu lolos dari jeratan sie kucing.

Film Tom and Jerry merupakan serial animasi asal Amerika Serikat yang di produksi oleh MGM. Animasi Tom and Jerry ini telah memenangkan penghargaan Piala Oscar dan telah berhasil memenangkan tujuh Academy Awards, film ini disutradarai oleh dua orang animator yang bernama William Hanna(1940-58) dan Josep Barbera(1940-58) yang kemudian dikenal sebagai Hanna-Barbera

Film yang lucu dan kocak ini berhasil menarik hati para penonton, tapi siapa sangka jika film ini berhasil menginspirasi bocah usia 4 tahun untuk melakukan aksi berbahaya.

Cerita ini berasal dari kota Hunan tepatnya di China tinggalah seorang anak kecil berusia empat tahun, anak kecil ini sering ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya untuk bekerja, sehingga dia setiap harinya sering diasuh oleh neneknya.

Hingga suatu waktu pada hari jumat tanggal 26, bocah ini melakukan atraksi loncat dari lantai 26 dengan menggunakan payung sebagai parasut melewati jendela yang sedang terbuka, ia beranggapan jika ia akan baik-baik saja dengan atraksi maut ini, kabarnya bocah polos ini terinspirasi dari film kartun Tom and Jerry yang biasa dia tonton.

Takdir baik masih berpihak pada bocah polos ini, pada saat dia terjun dari atas ketinggian seperti dalam adegan film kartun Tom and Jerry yang berhasil menginspirasinya, ia tidak langsung jatuh mengenai pelataran, ia masih transit diatas pohon rindang yang berada tepat dibawah ia terjun, sehingga karna hal ini mengurangi kekuatan tumbukan bocah China ini, beruntungnya nyawanya tidak ikut melayang karna aksi bahayanya ini, ia hanya mengalami patah tulang dibagian tangan sebelah kanannya.

Pada saat kejadian, bocah ini memang sedang diluar pengawasan orang tua, pada saat itu ibunya tengah pergi keluar kota untuk bekerja, begitupun dengan ayahnya juga sedang pergi keluar negri karna urusan pekerjaan. Sehingga ia harus tinggal bersama neneknya, namun sayangnya pada waktu kejadian itu, neneknya juga sedang pergi keluar untuk menjemput saudaranya.

Berita ini menuai banyak komentar dari para warganet. Ada kubu yang menyalahkan orang tuanya atau pengasuhnya yang telah lalai dalam mengawasi anaknya, ada juga yang berkomentar mengenai kepantasan film Tom and Jerry yang ditonton oleh sie bocah.

Sebagian warganet ada yang menyalahkan pengasuhnya, kenapa ia lalai dalam menjaga anak kecil itu, seharusnya ia tidak meninggalkan anak kecil itu sendirian. Ada juga yang berkomentar kenapa jendalanya tidak ditutup saja.

Ada juga yang memperdebatkan tentang apakah film kartun Tom and Jerry tersebut yang harus disalahkan atau bocah itu, mengingat seharusnya orang tua selalu melakukan pendampingan dan pengawasan kepada anak saat menonton film.

Tentu dalam hal ini tidak bisa menyalahkan sie anak kecil dalam tragedi tersebut, mengingat usianya yang masih sangat kecil sehingga masih belum bisa berfikir kritis terhadap apa yang dia tonton, ia masih belum pandai memilah dan memilih perbuatan. Oleh sebab itu hendaknya bagi setiap orang tua untuk selalu menjaga, mengawasi dan memberikan arahan bagi anaknya, mana yang boleh ditiru dan mana yang tidak boleh ditiru, mana yang baik dan mana yang buruk.

Rita Princi seorang psikologi anak sekaligus anggota ACCM mengatakan, jika anak- anak terutama yang berusia di bawah 10 tahun, sangat rentan terhadap rekaman yang mereka lihat dan cerita yang mereka dengar.

Memang pada usia segitu anak kecil senang dan cepat sekali meniru apa yang sedang dia tangkap baik dari apa yang dia dengar ataupun yang dia lihat, baik dari apa yang terjadi disekitarnya atau karna menonton tayangan film. Oleh sebab itu setiap orang tua atau pengasuhnya harus pandai dan jeli dalam memilih film yang layak dan sesuai untuk anaknya. Sehingga kejadian seperti cerita diatas tidak terulang kembali atau terjadi pada orang terdekat kita, baik anak kita sendiri, keponakan ataupun yang lainnnya.

Menurut California Departemen of Education anak kecil hingga mencapai usia dewasa biasanya akan mudah dan cepat sekali meniru apa yang dia dengar dan yang dia lihat. Karna anak adalah seorang imitator (peniru) alami. Apalagi dengan  keadaan teknologi yang terus berkembang dan semakin canggih, dimana anak kecil zaman sekarang sudah mengenal gadget diusia yang masih sangat kecil. Yang hanya dengan benda pipih sederhana tersebut seorang anak kecil bisa dengan sangat mudah mengakses berbagai video ataupun film sesuka hatinya tanpa mempertimbangkan nilai positif dan negatifnya.

Oleh sebab itu orang tua harus lebih berhati-hati lagi, ada banyak upaya yang bisa dilakukan untuk selalu menjaga anak, misalnya mengaktifkan ramah anak dalam HP sehingga apa yang dia tonton saat bermain HP menjadi lebih terkontrol.

Oleh karena itu, semoga dari cerita bocah China tersebut kita bisa mengambil ibrah agar lebih berhati-hati dan lebih memperhatikan lagi anak-anak disekitar kita, baik adik, anak atau keponakan kita. Mengingat anak kecil yang tidak hanya seorang imitator alami namun juga seorang peniru ulung.

+ posts

Mahasiswa IAI Al-Qalam Malang, alumni pondok pesantren Al-Khoirot putri

Avatar

Vina Lailatul Masykuro

Mahasiswa IAI Al-Qalam Malang, alumni pondok pesantren Al-Khoirot putri